{"StatusCode":200,"Message":"Success","Exception":null,"Data":{"DocumentName":"Berita Utama","Content":[{"BeritaID":"20199","Title":"Menkeu Suahasil Nazara: Investasi Perlu Tumbuh 7% untuk Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 6% pada 2027","ImageLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/5f33baee-1087-4232-a879-a2a5211ad7f7/foto-kemenkeu-1.JPG?width=900&height=600&ext=.jpg","ImageLandscape_FileTitle":"","ImageLandscape_FileDesc":"","ImageHomePortrait":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/79a5d841-2c63-4fe7-bf56-56dc68808e11/foto-kemenkeu-4.JPG?width=1080&height=1919&ext=.jpg","ImageHomePortrait_FileTitle":"","ImageHomePortrait_FileDesc":"","ImageMobileLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/6e98cffd-e27b-49f6-a973-2d3b58500606/foto-kemenkeu-2.JPG?width=900&height=600&ext=.jpg","ImageMobileLandscape_FileTitle":"","ImageMobileLandscape_FileDesc":"","ImageLandscapeOptional2":"","Description":"London, 06/11/2026 Kemenkeu &ndash; Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyampaikan pentingnya peningkatan investasi untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6%. Hal tersebut disampaikan Menkeu dalam acara Indonesia Investment Forum 2026 di London, Kamis (5/11).<br />\r\n<br />\r\nMenurut Menkeu, investasi perlu tumbuh sekitar 7% untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2027. Untuk mendukung hal tersebut, iklim investasi yang kondusif perlu terus dijaga melalui sinergi APBN, Danantara, serta kemitraan dengan sektor swasta.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027, investasi perlu tumbuh sekitar 7%. Karena itu, pemerintah terus mendorong iklim investasi yang kondusif melalui dukungan APBN, Danantara, serta kemitraan dengan sektor swasta,&rdquo; ujar Menkeu melalui laman Instagram @menkeuri.<br />\r\n<br />\r\nLebih lanjut, Menkeu bersama Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya Desra Percaya juga membahas peluang dan penguatan kemitraan investasi di Indonesia. Sejumlah kerja sama investasi turut diperkenalkan, mencakup pengembangan ekosistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pemanfaatan kawasan industri, dan hilirisasi timah. Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong adopsi teknologi baru sekaligus meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.<br />\r\n<br />\r\nDalam forum tersebut, sejumlah komitmen investasi berhasil disepakati antara lain penjajakan pengembangan ekosistem AI antara PT Kawasan Industri Terpadu Batang dan Axelera AI, kerja sama pemanfaatan tanah industri antara PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) dan BlackInk Co-operation, Ltd., serta terdapat Letter of Intent (LoI) yang disampaikan oleh Titanium Capital untuk proyek Tin Downstream Industry.<br />\r\n<br />\r\nMenkeu berharap berbagai kemitraan investasi tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat industri nasional, tetapi juga menciptakan lapangan kerja serta memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian, investasi yang masuk ke Indonesia dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (lh/al)","ShortDescription":"London, 06/11/2026 Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyampaikan pentingnya peningkatan investasi untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6%","twitter":"","QuotesBody":"","QuotesBy":"","QuotesTitle":"","ImageLandscapeOptional":"","SlugUrl":"Menkeu-Suahasil-IIF-2026","DocumentTags":"","DocumentPublishFrom":"Friday, 06 November 2026 09:56","DocumentPublishTo":"31/12/9999 23:59:59","DocumentCreatedWhen":"Friday, 06 November 2026 09:56","DocumentCreatedBy":"Biro Komunikasi dan Layanan Informasi","NodeOrder":14233,"Categories":[],"IsPublished":true},{"BeritaID":"20198","Title":"Wamenkeu Nurkholishoh Ungkap Transformasi Kemenkeu yang Berbasis Inovasi Teknologi dan SDM","ImageLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/5f33baee-1087-4232-a879-a2a5211ad7f7/foto-kemenkeu-1.JPG?width=900&height=600&ext=.jpg","ImageLandscape_FileTitle":"","ImageLandscape_FileDesc":"","ImageHomePortrait":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/79a5d841-2c63-4fe7-bf56-56dc68808e11/foto-kemenkeu-4.JPG?width=1080&height=1919&ext=.jpg","ImageHomePortrait_FileTitle":"","ImageHomePortrait_FileDesc":"","ImageMobileLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/6e98cffd-e27b-49f6-a973-2d3b58500606/foto-kemenkeu-2.JPG?width=900&height=600&ext=.jpg","ImageMobileLandscape_FileTitle":"","ImageMobileLandscape_FileDesc":"","ImageLandscapeOptional2":"","Description":"Jakarta, 04/11/2026 Kemenkeu &ndash; Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Nurkholishoh Ibnu Aman, menegaskan bahwa transformasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak hanya bertumpu pada penguatan teknologi dan sistem kerja, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal tersebut disampaikan Wamenkeu dalam acara Chicago Booth School of Business Forum pada Kamis (4/11) di Jakarta.<br />\r\n<br />\r\nDalam forum tersebut, Wamenkeu menungkapkan proses di balik kinerja Kemenkeu atau yang disebutnya sebagai engine room dari para pegawai yang bekerja di berbagai unit, mulai dari perpajakan, kepabeanan dan cukai, hingga perbendaharaan. Wamenkeu juga membagikan&nbsp;berbagai inovasi dan perubahan yang dilakukan Kemenkeu dalam meningkatkan kinerja organisasi dan pelayanan publik.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Di balik layar, sebagian besar mungkin tidak terlihat dari Jakarta. Mereka adalah petugas pajak di kota-kota kecil, petugas bea cukai di pelabuhan wilayah luar Indonesia yang bekerja siang dan malam, serta pegawai perbendaharaan yang memastikan guru dan prajurit menerima gaji tepat waktu. Negara dan APBN berjalan berkat pekerjaan mereka,&rdquo; ungkap Wamenkeu.<br />\r\n<br />\r\nDalam kesempatan tersebut, Wamenkeu menjelaskan salah satu transformasi yang dilakukan pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Wamenkeu menyampaikan bahwa sejak 2005, nilai pengelolaan APBN meningkat enam kali lipat, sementara jumlah pegawai perbendaharaan justru turun dari sekitar 15.000 menjadi 6.000 orang.<br />\r\n<br />\r\nHal tersebut dimungkinkan melalui penyederhanaan proses, digitalisasi, dan optimalisasi sistem. Data kini cukup dimasukkan sekali dari sumbernya, sementara berbagai pemeriksaan yang sebelumnya dilakukan secara manual telah digantikan oleh sistem..<br />\r\n<br />\r\nDi bidang kepabeanan dan cukai, Kemenkeu juga mengembangkan teknologi kecerdasan buatan melalui Trade AI. Teknologi ini membantu petugas membandingkan nilai barang yang diberitahukan dengan informasi yang tersedia di internet, sehingga proses pemeriksaan dan identifikasi potensi under invoicing dapat dilakukan lebih cepat.<br />\r\n<br />\r\nMeski demikian, Wamenkeu menekankan bahwa teknologi tetap harus didukung integritas dan profesionalisme pegawai.&nbsp;<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;AI dapat membantu memberikan penanda, tetapi keputusan tetap berada di tangan petugas. Mata manusia, integritas, dan profesionalisme mereka tetap menentukan,&rdquo; tegasnya.<br />\r\n<br />\r\nMenutup sambutannya, Wamenkeu menegaskan komitmen untuk melanjutkan transformasi Kemenkeu melalui pendekatan berbasis bukti, penguatan sistem, dan perhatian terhadap manusia sebagai penggerak utama organisasi.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Satu perbaikan kecil, jika dikalikan dengan seluruh pegawai, saya yakin akan menghasilkan transformasi yang besar dan mendasar,&rdquo; pungkas Wamenkeu. (lh/al)","ShortDescription":"Jakarta, 04/11/2026 Kemenkeu – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Nurkholishoh Ibnu Aman, menegaskan bahwa transformasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak hanya bertumpu pada penguatan teknologi dan sistem kerja","twitter":"","QuotesBody":"","QuotesBy":"","QuotesTitle":"","ImageLandscapeOptional":"","SlugUrl":"Wamen-Nur-Chicago-Booth-Business-Forum","DocumentTags":"","DocumentPublishFrom":"Wednesday, 04 November 2026 21:40","DocumentPublishTo":"31/12/9999 23:59:59","DocumentCreatedWhen":"Thursday, 05 November 2026 15:41","DocumentCreatedBy":"Biro Komunikasi dan Layanan Informasi","NodeOrder":14232,"Categories":[],"IsPublished":true},{"BeritaID":"20197","Title":"Beasiswa LPDP Adalah Amanah Rakyat, Wamenkeu Nurkholisoh Ajak Awardee Berkontribusi untuk Indonesia","ImageLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/c0edc2fd-183b-40c5-9491-a2e969a54be3/PHOTO-2026-11-04-13-53-24?width=1920&height=1280&ext=.jpeg","ImageLandscape_FileTitle":"","ImageLandscape_FileDesc":"","ImageHomePortrait":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/b58516a6-f4fc-4951-b8c0-88cf61fd7792/PHOTO-2026-11-04-13-53-32?width=608&height=1080&ext=.jpeg","ImageHomePortrait_FileTitle":"","ImageHomePortrait_FileDesc":"","ImageMobileLandscape":"","ImageLandscapeOptional2":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/8f064656-2bc2-45d7-8bfe-a40931dc3d0d/PHOTO-2026-11-04-13-53-26?width=900&height=600&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional2_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional2_FileDesc":"","Description":"Jakarta, 4/3/2026 Kemenkeu &ndash; Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Nurkholisoh Ibnu Aman mengajak para penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan sebagai bekal membangun Indonesia. Ia menegaskan beasiswa LPDP bukan sekadar fasilitas pendidikan, melainkan amanah rakyat yang harus dibalas dengan kontribusi nyata bagi bangsa.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;LPDP itu bukan hadiah, bukan giveaway. Ini adalah amanah. Amanah dari seluruh rakyat Indonesia. Dan orang yang diberi amanah itu wajarnya berterima kasih dengan cara menjadi patriot, orang yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan,&rdquo; tegas Wamenkeu dalam kegiatan Persiapan Keberangkatan Penerima Beasiswa LPDP Angkatan 286 di Asrama Haji Jakarta pada Rabu (4/11).<br />\r\n<br />\r\nMenurutnya, dana beasiswa LPDP bersumber dari APBN yang dihimpun dari seluruh masyarakat, termasuk para pekerja dan pelaku usaha kecil. Karena itu, para penerima beasiswa perlu memiliki kesadaran untuk kembali dan mengabdikan ilmu yang diperoleh bagi kemajuan Indonesia.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Pergilah, terbanglah, tapi pulang. Jangan lupa jalan pulang dan jadilah bermanfaat,&rdquo; pesannya.<br />\r\n<br />\r\nWamenkeu menekankan bahwa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu mengoptimalkan kekayaan dan potensi strategis nasional menjadi kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, para awardee LPDP diharapkan mengembangkan kompetensi di bidang masing-masing, mulai dari teknik, sains, data dan kecerdasan buatan, hingga bisnis, ekonomi, dan keuangan. Ilmu yang diperoleh selama studi perlu diarahkan untuk menjawab tantangan pembangunan dan menghasilkan solusi yang dapat diterapkan di Indonesia.<br />\r\n<br />\r\nSelain kompetensi, Wamenkeu mengingatkan pentingnya integritas, kepedulian, jiwa patriotisme, dan kemampuan berkolaborasi. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, tapi yang dibutuhkan adalah orang pintar yang integritas, punya kepedulian, dan tadi ya, patriot,&rdquo; ujarnya.<br />\r\n<br />\r\nIa juga mendorong para penerima beasiswa untuk membangun jejaring dan kolaborasi selama menempuh pendidikan di luar negeri, tanpa kehilangan orientasi untuk berkontribusi bagi Indonesia. Wamenkeu mengingatkan agar teknologi, termasuk kecerdasan buatan, dimanfaatkan sebagai alat bantu belajar, bukan pengganti kemampuan berpikir kritis dan integritas akademik.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Di luar negeri sana Anda itu adalah wakil negara membawa Merah Putih. Merah itu berani mencari ilmu, mencari network, mencari pengetahuan, mencari kontribusi. Buka wawasan seluas mungkin. Tapi ada juga Putihnya. Sebagai akademisi, Anda harus berintegritas dan yang paling penting kecintaan kepada Tanah Air,&rdquo; kata Wamenkeu.<br />\r\n<br />\r\nMelalui kesempatan tersebut, Wamenkeu mengajak para awardee LPDP memegang tiga prinsip penting, yakni &ldquo;niat, giat, dan manfaat&rdquo;: memiliki niat yang kuat, bersungguh-sungguh dalam belajar, serta memastikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh membawa manfaat bagi bangsa dan negara. (dep/al)","ShortDescription":"Wamenkeu Nurkholisoh mengajak penerima beasiswa LPDP untuk memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan sebagai bekal membangun Indonesia. Ia menegaskan beasiswa LPDP bukan sekadar fasilitas pendidikan, melainkan amanah rakyat yang harus dibalas dengan kontribusi nyata bagi bangsa.","twitter":"","QuotesBody":"","QuotesBy":"","QuotesTitle":"","ImageLandscapeOptional":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/41d8ad66-fda9-4836-a022-023c13e1e500/PHOTO-2026-11-04-13-53-31?width=900&height=600&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional_FileDesc":"","SlugUrl":"Wamen-Nurkholisoh-Ajak-Awardee-LPDP-Berkontribusi","DocumentTags":"","DocumentPublishFrom":"Wednesday, 04 November 2026 16:01","DocumentPublishTo":"31/12/9999 23:59:59","DocumentCreatedWhen":"Wednesday, 04 November 2026 16:01","DocumentCreatedBy":"Biro Komunikasi dan Layanan Informasi","NodeOrder":14231,"Categories":[],"IsPublished":true},{"BeritaID":"20196","Title":"Wamenkeu Juda Agung Buka Forum Asset Strategist DJKN 2026 dan Luncurkan Aplikasi EMAS ","ImageLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/47ed0756-6819-4601-84a2-e5e343bf8b19/IMG_1298?width=1920&height=1280&ext=.jpeg","ImageLandscape_FileTitle":"","ImageLandscape_FileDesc":"","ImageHomePortrait":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/1815a5cf-f654-426b-9447-4d003e20dfa8/IMG_1300?width=608&height=1080&ext=.jpeg","ImageHomePortrait_FileTitle":"","ImageHomePortrait_FileDesc":"","ImageMobileLandscape":"","ImageLandscapeOptional2":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/bafbad6e-eca6-45f4-a023-7574aa1b083f/IMG_1296?width=900&height=600&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional2_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional2_FileDesc":"","Description":"Jakarta, 04/11/2026 Kemenkeu &ndash; Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung membuka Forum Asset Strategist Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Tahun 2026 sekaligus meresmikan peluncuran aplikasi Executive Monitoring and Analytic System (EMAS). Acara tersebut diselenggarakan di Aula Mezzanine, Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Rabu (4/11) dan dihadiri oleh sejumlah jajaran pejabat Kementerian Keuangan.<br />\r\n<br />\r\nDalam arahannya, Wamenkeu Juda Agung menyampaikan apresiasi atas pencapaian DJKN yang telah berusia dua dasawarsa. Menurutnya, periode 20 tahun pertama merupakan masa membangun fondasi pengelolaan kekayaan negara yang profesional, akuntabel, dan kredibel, sedangkan 20 tahun ke depan harus menjadi era penciptaan nilai atau value creation bagi DJKN. &quot;Aset negara tidak cukup dicatat, diamankan, dan dipelihara. Harus semakin produktif dan memberikan manfaat yang nyata bagi perekonomian dan masyarakat,&quot; tegas Wamenkeu Juda Agung.<br />\r\n<br />\r\nPada kesempatan tersebut, Wamenkeu Juda memberikan tiga pesan utama kepada jajaran DJKN. Pertama, yaitu penguatan peran sebagai asset strategist dan bukan sekedar aset administrator. Ia mengingatkan, tertib administrasi dan kepatuhan tentu menjadi sesuatu yang penting. Namun tantangan pengelolaan aset dan piutang negara yang semakin kompleks membutuhkan kapasitas organisasi, keahlian dan pembagian kewenangan yang semakin baik. &ldquo;DJKN harus mampu merumuskan strategi dan memberikan solusi bukan hanya menjalankan proses administrasi,&rdquo; ujar Wamenkeu Juda.<br />\r\n<br />\r\nDalam pesan kedua, Wamenkeu Juda berharap DJKN bisa memastikan pengelolaan kekayaan negara benar-benar menciptakan nilai bagi perekonomian. Fungsi penilaian menurutnya harus mampu mendukung kualitas belanja negara agar setiap rupiah memberi value for money. Demikian pula layanan lelang harus terus diperkuat sebagai instrumen yang mendukung aktivitas ekonomi. Ia menegaskan, keberhasilan DJKN bukan hanya diukur dari besarnya aset yang dikelola, tetapi juga dari nilai ekonomi dan manfaat publik yang dihasilkan.<br />\r\n<br />\r\nTerakhir, Wamenkeu berpesan agar DJKN membangun organisasi yang semakin digital, berbasis data dan AI dan serta berorientasi pada hasil. Ia mengatakan, digitalisasi harus menyederhanakan proses, mempercepat layanan, dan meningkatkan kualitas keputusan. Ia pun menyambut baik peluncuran aplikasi EMAS.<br />\r\n<br />\r\nMeski demikian, ia menggarisbawahi agar aplikasi EMAS tidak hanya menjadi dashboard, tetapi harus menjadi instrumen pengambilan keputusan berbasis data. &ldquo;Dan yang tidak kalah penting, setiap keputusan forum ini harus memiliki penanggung jawab, target waktu yang jelas dan hasil yang dapat dievaluasi,&rdquo; ucapnya.<br />\r\n<br />\r\nSebelum menutup arahannya, Wamenkeu Juda Agung memberikan apresiasi khusus kepada tim yang berhasil mengembangkan database aplikasi EMAS dalam waktu singkat, yaitu 3 bulan, sebagai wujud sinergi &quot;Kemenkeu Satu&quot;. (dm/al)","ShortDescription":"Wamenkeu Juda membuka Forum Asset Strategist DJKN 2026 sekaligus meresmikan peluncuran aplikasi EMAS. Acara tersebut diselenggarakan di Aula Mezzanine, Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Rabu (4/11)","twitter":"","QuotesBody":"","QuotesBy":"","QuotesTitle":"","ImageLandscapeOptional":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/444953c9-5950-478b-95fc-8ca010326219/IMG_1302?width=900&height=600&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional_FileDesc":"","SlugUrl":"Wamen-Juda-Buka-Forum-Asset-Strategist-DJKN","DocumentTags":"","DocumentPublishFrom":"Wednesday, 04 November 2026 15:59","DocumentPublishTo":"31/12/9999 23:59:59","DocumentCreatedWhen":"Wednesday, 04 November 2026 15:59","DocumentCreatedBy":"Biro Komunikasi dan Layanan Informasi","NodeOrder":14230,"Categories":[],"IsPublished":true},{"BeritaID":"20195","Title":"KNEKS Perkuat Kolaborasi Industri Halal Global melalui Program Barakah 2026","ImageLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/288a52ac-ccb3-42e4-bb4b-c08add5c89f8/RHM00961?width=1920&height=1280&ext=.jpeg","ImageLandscape_FileTitle":"","ImageLandscape_FileDesc":"","ImageHomePortrait":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/d829a50d-6a0f-4fd8-9aaa-d86094368b01/RHM01000?width=607&height=1080&ext=.jpeg","ImageHomePortrait_FileTitle":"","ImageHomePortrait_FileDesc":"","ImageMobileLandscape":"","ImageLandscapeOptional2":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/e0920735-c38c-4b43-8747-627d9ad849c3/RHM01000_1?width=900&height=600&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional2_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional2_FileDesc":"","Description":"Jakarta, 04/11/2026 Kemenkeu &ndash; &nbsp;Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendukung penguatan kerja sama ekonomi dan keuangan syariah antarnegara anggota Developing Eight (D-8) melalui penyelenggaraan Program Building Alliance for Resilient and Advanced Knowledge in the Halal Economy (BARAKAH) Tahun 2026. Program yang diinisiasi oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) ini berlangsung pada 2&ndash;10 November 2026 di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, sebagai upaya memperkuat industri halal global dengan mendorong keterhubungan rantai pasok halal dan kerja sama investasi, serta meningkatkan kemitraan perdagangan di antara negara-negara anggota.<br />\r\n<br />\r\nProgram BARAKAH 2026 merupakan salah satu tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 di Mesir 2024 sekaligus menjadi program prioritas Keketuaan Indonesia di D-8. Pelaksanaannya melibatkan KNEKS bersama Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI), Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, dan IPB University. Pada pelaksanaan perdana ini, BARAKAH diikuti oleh 20 peserta dari Bangladesh, Nigeria, dan Turkiye yang &nbsp;terdiri atas pejabat pemerintah, peneliti, dan profesional.<br />\r\n<br />\r\nStaf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Arief Wibisono, menyampaikan bahwa BARAKAH menjadi wadah strategis untuk mendorong pertukaran pengalaman dan keunggulan dalam ekosistem halal, baik di bidang produksi, manufaktur, sertifikasi, logistik, keuangan, teknologi, maupun akses pasar. Melalui program ini, para peserta diberikan kesempatan untuk menghubungkan keunggulan-keunggulan tersebut dan mewujudkannya ke dalam kerja sama konkret antarnegara.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Program ini dirancang sebagai wadah untuk pertukaran pengetahuan, membangun jejaring antar lembaga, serta mengembangkan inisiatif praktis yang dapat ditindaklanjuti oleh para peserta setelah kembali ke negara masing-masing,&rdquo; ungkap Arief.<br />\r\n<br />\r\nDalam kesempatan yang sama, Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS Putu Rahwidhiyasa, menegaskan bahwa penguatan sinergi antarnegara anggota D-8 menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing produk halal di pasar internasional.&nbsp;<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Sinergi yang erat antara negara Anggota D-8 melalui program ini menjadi fondasi penting agar produk halal nasional tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga berdaya saing global,&rdquo; jelas Putu.<br />\r\n<br />\r\nDalam pelaksanaannya, BARAKAH terdiri atas tiga kegiatan utama, yaitu pelatihan di dalam kelas, kunjungan ke perusahaan halal, serta lokakarya penyusunan rencana aksi pengembangan ekonomi halal di negara asal peserta. Materi yang dibahas di dalam kelas diperkuat dengan pengalaman langsung melihat perusahaan tersertifikasi halal di sektor logistik, kosmetik, farmasi, dan rumah pemotongan hewan.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Program ini menjadi platform belajar, berbagi pengalaman serta memetakan potensi sinergi-kolaborasi pengembangan ekonomi halal antara Indonesia, Bangladesh, Nigeria dan Turkiye,&rdquo; ujar &nbsp;Deputi Direktur Kemitraan dan Akselerasi Usaha Syariah KNEKS Achmad Iqbal.<br />\r\n<br />\r\nDi sela-sela BARAKAH, KNEKS dan National Halal Economy Strategy Implementation Committe Secretariat (NHESICS) Nigeria melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman kerja sama pengembangan ekonomi syariah di kedua negara. KNEKS optimis bahwa perluasan cakupan dan peningkatan efektivitas program BARAKAH akan menghasilkan dampak berganda (multiplier effect) bagi akselerasi ekonomi halal di tanah air. Penguatan ekosistem ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan volume perdagangan komoditas halal antarnegara anggota D-8, tetapi juga untuk mendukung pemerataan kesejahteraan masyarakat yang lebih luas. (KNEKS/dj/al)","ShortDescription":"Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendukung penguatan kerja sama ekonomi dan keuangan syariah antarnegara anggota Developing Eight (D-8) melalui penyelenggaraan Program Building Alliance for Resilient and Advanced Knowledge in the Halal Economy (BARAKAH) Tahun 2026.","twitter":"","QuotesBody":"","QuotesBy":"","QuotesTitle":"","ImageLandscapeOptional":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/ba037588-b391-4ac3-991d-7cdf5bbae333/RHM00976_1?width=900&height=600&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional_FileDesc":"","SlugUrl":"KNEKS-Perkuat-Kolaborasi-Industri-Halal-Global","DocumentTags":"","DocumentPublishFrom":"Wednesday, 04 November 2026 13:14","DocumentPublishTo":"31/12/9999 23:59:59","DocumentCreatedWhen":"Wednesday, 04 November 2026 13:15","DocumentCreatedBy":"Biro Komunikasi dan Layanan Informasi","NodeOrder":14229,"Categories":[],"IsPublished":true},{"BeritaID":"20194","Title":"Bersama KSSK, Menkeu Jelaskan Stabilitas Ekonomi Indonesia yang Terjaga di Tengah Tekanan Global","ImageLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/71593083-18d4-4104-bc4c-3f5d3c97b4f3/IMG_1297?width=1920&height=1280&ext=.jpeg","ImageLandscape_FileTitle":"","ImageLandscape_FileDesc":"","ImageHomePortrait":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/9db5976d-bd6b-42a8-91b7-b97feda25191/IMG_1294?width=608&height=1080&ext=.jpeg","ImageHomePortrait_FileTitle":"","ImageHomePortrait_FileDesc":"","ImageMobileLandscape":"","ImageLandscapeOptional2":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/4608d8dc-0112-4196-8329-4c91da6b9538/IMG_1299?width=900&height=600&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional2_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional2_FileDesc":"","Description":"Jakarta, 03/11/2026 Kemenkeu &ndash; Hasil asesmen Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menunjukkan bahwa stabilitas fiskal, moneter, dan sektor keuangan Indonesia tetap terjaga baik sepanjang triwulan III-2026, didukung oleh koordinasi dan sinergi kebijkaan yang erat antarotoritas. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara pada Konferensi Pers KSSK di Jakarta pada Selasa (03/11).<br />\r\n<br />\r\nMeski tekanan global kembali meningkat pada bulan Oktober 2026, perekonomian domestik dinilai masih menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan yang solid. Eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga energi global, serta kebijakan moneter negara-negara maju yang cenderung ketat turut memengaruhi pasar keuangan. Di dalam negeri, pengumuman MSCI terkait kondisi pasar saham dan tekanan nilai tukar juga mendorong peningkatan arus modal keluar dari pasar saham.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;KSSK yang terdiri atas Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua DK OJK, dan Ketua DK LPS akan terus mencermati dan melakukan assessment yang bersifat forward looking terhadap perkembangan ekonomi dan sektor keuangan, serta kami akan terus memperkuat kerjasama dengan semua pemangku kepentingan untuk mengantisipasi dampak rambatan risiko global,&rdquo; ungkap Menkeu.<br />\r\n<br />\r\nPertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap kuat di tengah tekanan global, terutama ditopang oleh permintaan domestik, investasi, konsumsi pemerintah, dan kinerja ekspor. Menkeu menyebut, pemerintah terus mengoptimalkan APBN sebagai peredam gejolak ekonomi melalui subsidi, kompensasi, bantuan sosial, stabilisasi harga pangan, serta berbagai program penciptaan lapangan kerja.&nbsp;<br />\r\n<br />\r\nSejumlah indikator ekonomi juga menunjukkan tren positif, termasuk penjualan mobil yang tumbuh 28,1 persen (yoy) dan sepeda motor sebesar 15,4 persen (yoy) di bulan September 2026. Selain itu, PMI Manufaktur meningkat dari 52 pada September menjadi 54 pada Oktober 2026. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 diperkirakan mencapai 5,4&ndash;5,5 persen.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Untuk mempertahankan momentum pertumbuhan, penguatan sinergi kebijakan pemerintah dan BI, serta kolaborasi pemerintah dan Danantara melalui pendekatan two arms of the state, terus diperkuat untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan bernilai tambah tinggi,&rdquo; jelas Menkeu.<br />\r\n<br />\r\nMenkeu melanjutkan, perkembangan realisasi APBN hingga triwulan III-2026 mendorong pertumbuhan ekonomi dan pencapaian agenda pembangunan nasional. Dari sisi fiskal, realisasi pendapatan negara hingga akhir triwulan III-2026 mencapai Rp2.341,5 triliun atau tumbuh 25,5 persen (yoy). Sementara itu, belanja negara tercatat sebesar Rp2.660,5 triliun, meningkat 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.<br />\r\n<br />\r\nDi sisi lain, Menkeu mengatakan bahwa pembiayaan anggaran mendukung pengelolaan APBN yang kredibel dan akuntabel. Hingga triwulan III-2026, realisasi pembiayaan anggaran mencapai Rp462 triliun atau tumbuh sebesar 0,4% (yoy). Realisasi ini didukung antara lain oleh pembiayaan utang yang dikelola secara prudent dan terukur, serta memperhatikan likuiditas pemerintah.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Pengelolaan pembiayaan juga didukung oleh pembiayaan investasi yang dikelola untuk perbaikan kesejahteraan masyarakat dalam mendukung akselerasi pangan, pertanian, perumahan, pendidikan, dan infrastruktur,&rdquo; pungkas Menkeu. (dj/al)","ShortDescription":"Hasil asesmen Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menunjukkan bahwa stabilitas fiskal, moneter, dan sektor keuangan Indonesia tetap terjaga baik sepanjang triwulan III-2026","twitter":"","QuotesBody":"","QuotesBy":"","QuotesTitle":"","ImageLandscapeOptional":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/051577fe-1fd2-4266-99ae-01713df5a8c0/IMG_1303?width=900&height=600&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional_FileDesc":"","SlugUrl":"Bersama-KSSK,-Menkeu-Jelaskan-Stabilitas-Ekonomi","DocumentTags":"","DocumentPublishFrom":"Tuesday, 03 November 2026 18:50","DocumentPublishTo":"31/12/9999 23:59:59","DocumentCreatedWhen":"Wednesday, 04 November 2026 06:51","DocumentCreatedBy":"Biro Komunikasi dan Layanan Informasi","NodeOrder":14228,"Categories":[],"IsPublished":true},{"BeritaID":"20192","Title":"Resmikan Perpustakaan Kemenkeu, Menkeu Tekankan Pentingnya Transformasi Perpustakaan","ImageLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/007a0e5e-19d2-46e2-a737-1066a9b6d350/20261030_MK-SNR_Peresmian-Perpustakaan-Kemenkeu__202610300040049-Large?width=1280&height=853&ext=.jpeg","ImageLandscape_FileTitle":"","ImageLandscape_FileDesc":"","ImageHomePortrait":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/007a0e5e-19d2-46e2-a737-1066a9b6d350/20261030_MK-SNR_Peresmian-Perpustakaan-Kemenkeu__202610300040049-Large?width=1280&height=853&ext=.jpeg","ImageHomePortrait_FileTitle":"","ImageHomePortrait_FileDesc":"","ImageMobileLandscape":"","ImageLandscapeOptional2":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/01a79c35-68eb-4772-abf1-04083524e58d/20261030_MK-SNR_Peresmian-Perpustakaan-Kemenkeu__202610300040073-Large?width=1280&height=853&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional2_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional2_FileDesc":"","Description":"Jakarta, 31/10/2026 Kemenkeu &ndash; Di tengah peringatan Hari Oeang Republik Indonesia ke-80, Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara meresmikan Perpustakaan Kementerian Keuangan yang direlokasi di gedung bersejarah, Gedung A.A. Maramis, Jakarta pada Jumat (30/10).&nbsp;<br />\r\n<br />\r\nDalam kesempatan tersebut, Menkeu menekankan pentingnya transformasi perpustakaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar tidak hanya menjadi ruang penyimpanan koleksi fisik, tetapi juga berkembang sebagai pusat pengetahuan yang mengintegrasikan koleksi konvensional dan digital. Perkembangan dunia digital menghadirkan berbagai jejak informasi yang perlu dikurasi dan dikelola agar dapat menjadi bagian dari memori kolektif institusi dan memastikan pengetahuan lintas generasi tetap terpelihara.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Saya minta nanti teman-teman yang menjadi punggawa dari perpustakaan ini memikirkan bagaimana cara dengan Pak Sekjen, sehingga kalau orang datang ke sini, dia sebenarnya tidak hanya terbatas penglihatannya kepada benda fisik yang ada di sini, tetapi sesungguhnya dia masuk ke dalam suatu memori kolektif yang ada di dunia fisik maupun ada secara virtual,&rdquo; ungkap Menkeu.<br />\r\n<br />\r\nMenkeu meminta agar konsolidasi perpustakaan Kemenkeu diarahkan pada tiga langkah utama, yakni mengintegrasikan koleksi fisik dari masa lalu, melakukan digitalisasi terhadap koleksi tersebut, serta mengkurasi berbagai informasi dan dokumen yang tersebar di dunia maya. Ke depan, perpustakaan diharapkan dapat menghadirkan pengalaman yang lebih luas bagi pengunjung baik pegawai maupun masyarakat umum.<br />\r\n<br />\r\nSelain itu, Menkeu juga menyampaikan empat arahan kepada para pengelola perpustakaan. Pertama, untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang hidup. Perpustakaan tidak cukup hanya memiliki tampilan fisik yang menarik, tetapi juga harus ramai dengan aktivitas intelektual, seperti diskusi, pembelajaran, pengembangan kompetensi, dan ruang kontemplasi. Renovasi ruang perpustakaan pun diharapkan tetap memperhatikan prinsip pengelolaan cagar budaya yang baik.<br />\r\n<br />\r\nKedua, menyajikan pengetahuan secara visual, menarik, dan mudah dipahami. Kurasi informasi diperlukan agar koleksi yang tersedia dapat memberikan nilai tambah dan memudahkan pengunjung memahami berbagai pengetahuan yang disajikan.<br />\r\n<br />\r\nKetiga, memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses terhadap pengetahuan. Digitalisasi dan pemanfaatan teknologi perlu dilakukan agar koleksi semakin mudah ditemukan dan dijangkau oleh banyak orang, tanpa mengesampingkan pemeliharaan koleksi fisik.<br />\r\n<br />\r\nKeempat, membangun budaya berbagi pengetahuan di lingkungan Kemenkeu. Budaya berbagi pengetahuan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antargenerasi, antarbidang keahlian, dan antarunit kerja. Dengan demikian, pengalaman dan pemikiran para pendahulu dapat terus dipelajari serta dikembangkan oleh generasi penerus.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Pada akhirnya kita tidak hanya mewarisi gedung, kita tidak hanya mewarisi aset, dan tidak hanya mewarisi sistem dari para pendahulu, kita juga mewarisi pemikiran, mewarisi nilai, dan mewarisi yang paling penting, mewarisi tanggung jawab dari para pendahulu kita,&rdquo; pungkas Menkeu. (dj/al)","ShortDescription":"Di tengah peringatan Hari Oeang Republik Indonesia ke-80, Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara meresmikan Perpustakaan Kementerian Keuangan yang direlokasi di gedung bersejarah","twitter":"","QuotesBody":"","QuotesBy":"","QuotesTitle":"","ImageLandscapeOptional":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/969c2ae4-6fe8-41af-8fc3-3d4ee004aa87/20261030_MK-SNR_Peresmian-Perpustakaan-Kemenkeu__202610300040019-Large?width=1280&height=853&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional_FileDesc":"","SlugUrl":"Resmikan-Perpustakaan-Kemenkeu","DocumentTags":"","DocumentPublishFrom":"Saturday, 31 October 2026 12:16","DocumentPublishTo":"31/12/9999 23:59:59","DocumentCreatedWhen":"Saturday, 31 October 2026 12:16","DocumentCreatedBy":"Biro Komunikasi dan Layanan Informasi","NodeOrder":2,"Categories":[],"IsPublished":true}]},"TotalData":10879,"PageSize":7,"PageSizeSubCategory":0}