{"StatusCode":200,"Message":"Success","Exception":null,"Data":{"DocumentName":"Berita Utama","Content":[{"BeritaID":"20138","Title":"Menkeu Suahasil : Pembiayaan APBN Masih On-Track","ImageLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/4ced2cd5-8c96-469d-9cc5-cd5bbe39fe73/apbnkita-agustus4_1?width=1280&height=855&ext=.jpeg","ImageLandscape_FileTitle":"","ImageLandscape_FileDesc":"","ImageHomePortrait":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/b520ab83-20da-4699-add5-fa30520a258b/apbnkita-agustus4?width=1280&height=855&ext=.jpeg","ImageHomePortrait_FileTitle":"","ImageHomePortrait_FileDesc":"","ImageMobileLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/6e98cffd-e27b-49f6-a973-2d3b58500606/foto-kemenkeu-2.JPG?width=900&height=600&ext=.jpg","ImageMobileLandscape_FileTitle":"","ImageMobileLandscape_FileDesc":"","ImageLandscapeOptional2":"","Description":"Jakarta, 18/09/2026 Kemenkeu &ndash; Realisasi pembiayaan utang neto pemerintah hingga 31 Agustus 2026 sebesar Rp506 triliun. Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyebut, realisasi pembiayaan tersebut masih sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.<br />\r\n<br />\r\n&quot;Ini on track. Karena itu, sesuai dengan rencana APBN, dia on track, kita perhatikan terus ke depannya dan kita laporkan terus,&quot; ungkap Menkeu dalam Konferensi Pers APBN Kita di Jakarta, Jumat (18/09).<br />\r\n<br />\r\nDi tengah ketidakpastian ekonomi global, pasar Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia dinilai tetap solid. Menkeu menyatakan kondisi tersebut tidak terlepas dari koordinasi dan sinergi dengan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas pasar keuangan.<br />\r\n<br />\r\nSalah satu indikator yang dipantau adalah pergerakan yield spread SBN terhadap US Treasury yang relatif rendah diibanding beberapa negara lainnya. Spread Indonesia tercatat sekitar 217 basis poin. Angka tersebut berada di bawah Filipina, Brasil, dan India.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Kita bandingkan Indonesia dengan negara lain, itu yang sebelah kanan. Indonesia relatif oke. Kita ada spread dengan 217 basis point itu tetap membuat bisa mengundang pelaku pemodal asing untuk membeli SBN kita,&rdquo; jelas Menkeu.<br />\r\n<br />\r\nDi pasar perdana, minat investor juga masih terlihat dari tingginya rasio bid to cover dalam lelang surat utang pemerintah. Rata-rata bid to cover ratio lelang SUN tercatat sebesar 1,88 kali, sedangkan pada lelang SBSN mencapai 2,53 kali.&nbsp;<br />\r\n<br />\r\nSelain pembiayaan utang, pemerintah juga terus menjalankan pembiayaan investasi melalui skema below the line dalam APBN. Hingga 31 Agustus 2026, realisasi pembiayaan investasi tersebut telah mencapai Rp62,6 triliun untuk mendukung pangan, pertanian, perumahan, pendidikan, dan infrastruktur. Dana tersebut disalurkan kepada sejumlah lembaga dan badan, antara lain Perum Bulog, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Lembaga Keuangan Indonesia (LKI), PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), serta Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Ini adalah semua digunakan untuk investasi. Untuk menjadi uang yang dari APBN untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, untuk membuat supaya cadangan beras itu cukup. Apalagi kita sekarang mau masuk kepada siklus kemarau yang cukup estimasinya itu cukup panjang,&rdquo; jelas Menkeu.<br />\r\n<br />\r\nUntuk sektor perumahan, APBN telah merealisasikan pembiayaan sekitar Rp11 triliun. Melalui program FLPP, penyaluran telah mencapai lebih dari 139 ribu unit rumah dengan nilai Rp17,4 triliun. Program tersebut telah tersebar di 35 provinsi.<br />\r\n<br />\r\nSementara itu, pemerintah juga telah mengalokasikan tambahan dana abadi sebesar Rp15 triliun untuk LPDP. Dana tersebut digunakan untuk mendukung program beasiswa pendidikan. Hingga saat ini, LPDP telah mendanai 20.792 penerima beasiswa. Jika ditambah dengan penerima melalui program kolaborasi, jumlah penerima manfaat telah mencapai lebih dari 37.000 orang.<br />\r\n<br />\r\nDi sektor pangan, pembiayaan kepada Bulog digunakan untuk mendukung pengamanan cadangan beras pemerintah. Langkah tersebut ditujukan untuk menyejahterakan petani, menstabilkan harga, serta menjamin ketersediaan beras bagi masyarakat.<br />\r\n<br />\r\nSementara itu, LMAN mendapatkan dukungan pembiayaan untuk membantu pengadaan dan pengelolaan lahan bagi proyek-proyek strategis pemerintah. Dengan dukungan tersebut, kebutuhan pertanahan dalam pelaksanaan proyek strategis dapat dipenuhi. (dj/al)","ShortDescription":"Realisasi pembiayaan utang neto pemerintah hingga 31 Agustus 2026 sebesar Rp506 triliun. Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyebut, realisasi pembiayaan tersebut masih sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.","twitter":"","QuotesBody":"","QuotesBy":"","QuotesTitle":"","ImageLandscapeOptional":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/6d6bf759-c880-4a98-9df9-c65b1412844f/apbnkita-agustus3?width=1280&height=855&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional_FileDesc":"","SlugUrl":"Pembiayaan-APBN-Masih-On-Track","DocumentTags":"","DocumentPublishFrom":"Friday, 18 September 2026 15:13","DocumentPublishTo":"31/12/9999 23:59:59","DocumentCreatedWhen":"Friday, 18 September 2026 15:13","DocumentCreatedBy":"Biro Komunikasi dan Layanan Informasi","NodeOrder":14179,"Categories":[],"IsPublished":true},{"BeritaID":"20136","Title":"Kinerja APBN hingga Agustus 2026 Tetap On Track, Kredibilitas Fiskal Terus Dijaga","ImageLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/f50278fe-a353-48dd-b780-5dddb784f2e1/apbnkita-agustus1?width=1280&height=852&ext=.jpeg","ImageLandscape_FileTitle":"","ImageLandscape_FileDesc":"","ImageHomePortrait":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/f50278fe-a353-48dd-b780-5dddb784f2e1/apbnkita-agustus1?width=1280&height=852&ext=.jpeg","ImageHomePortrait_FileTitle":"","ImageHomePortrait_FileDesc":"","ImageMobileLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/6e98cffd-e27b-49f6-a973-2d3b58500606/foto-kemenkeu-2.JPG?width=900&height=600&ext=.jpg","ImageMobileLandscape_FileTitle":"","ImageMobileLandscape_FileDesc":"","ImageLandscapeOptional2":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/64208dda-75a4-4321-9960-3ef085dfc5c0/apbnkita-agustus6?width=1280&height=852&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional2_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional2_FileDesc":"","Description":"Jakarta, 18/9/2026 Kemenkeu &ndash; Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyampaikan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Agustus 2026 tetap kuat dan kredibel. Hal tersebut disampaikan Menkeu Suahasil dalam Konferensi Pers APBN KiTA, Jumat (18/9).&nbsp;<br />\r\n<br />\r\nKinerja APBN yang kuat dan kredibel tercermin dari keseimbangan primer yang tetap positif, defisit yang terkendali, serta realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang masih on track.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Hingga akhir Agustus kinerja APBN itu tetap kuat dengan keseimbangan primer yang positif, defisit tetap dalam batasan yang terkendali dan ini artinya memang perjalanan APBN-nya relatively on track,&rdquo; ujar Menkeu Suahasil Nazara.<br />\r\n<br />\r\nHingga 31 Agustus 2026, pendapatan negara tercatat Rp2.055,6 triliun atau 65 persen dari target. Sementara itu, belanja negara mencapai sekitar Rp2.295 triliun, sehingga defisit APBN tercatat Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).<br />\r\n<br />\r\nLebih lanjut, dari sisi penerimaan negara hingga akhir Agustus tumbuh 25,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penerimaan pajak tumbuh 24,1 persen, sementara kepabeanan dan cukai mencapai Rp210,2 triliun atau tumbuh 7,8 persen. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga tumbuh 41,7 persen menjadi Rp435,1 triliun.<br />\r\n<br />\r\nSementara itu, belanja negara tumbuh 17,1 persen. Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) mencapai Rp912,4 triliun atau tumbuh 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menkeu menegaskan percepatan belanja harus tetap diiringi prinsip efisiensi, ketepatan sasaran, dan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.<br />\r\n<br />\r\nDalam kesempatan tersebut, Menkeu juga menyampaikan APBN terus menjalankan fungsi perlindungan masyarakat melalui berbagai program, antara lain subsidi dan kompensasi, perlindungan sosial, serta dukungan terhadap daya beli masyarakat. Menkeu menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan tersebut harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kredibilitas fiskal.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;APBN hadir untuk melindungi masyarakat. Berbagai macam program yang saya sampaikan tadi, subsidi, kompensasi, PKH, perlindungan sosial, menjaga daya beli, menjaga kesejahteraan, mendorong pemberdayaan ekonomi. Dan karena itu, APBN-nya harus tetap kredibel. Pendapatan harus kita perkuat, belanja harus makin efektif, produktif, tapi harus tetap efisien, dan defisit kita kelola secara sehat dan terkendali,&rdquo; jelasnya.<br />\r\n<br />\r\nKe depan, Pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan sekaligus kredibilitas APBN agar stabilitas ekonomi, akselerasi pembangunan, dan kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap perekonomian Indonesia dapat terjaga secara simultan. (lh/al)","ShortDescription":"Jakarta, 18/9/2026 Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menyampaikan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Agustus 2026 tetap kuat dan kredibel","twitter":"","QuotesBody":"","QuotesBy":"","QuotesTitle":"","ImageLandscapeOptional":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/920835e1-8bcb-449b-b11f-fbccced7c8e5/apbnkita-agustus7?width=1280&height=852&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional_FileDesc":"","SlugUrl":"Menkeu-Suahasil-APBN-KiTA-Kredibel","DocumentTags":"","DocumentPublishFrom":"Friday, 18 September 2026 12:37","DocumentPublishTo":"31/12/9999 23:59:59","DocumentCreatedWhen":"Friday, 18 September 2026 12:38","DocumentCreatedBy":"Biro Komunikasi dan Layanan Informasi","NodeOrder":14177,"Categories":[],"IsPublished":true},{"BeritaID":"20137","Title":"Menkeu Suahasil : Kinerja Ekonomi Indonesia Resilien di Tengah Gejolak Global","ImageLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/7f0caf1c-9356-474e-a74f-30870f5ee40e/apbnkita-agustus2?width=1280&height=852&ext=.jpeg","ImageLandscape_FileTitle":"","ImageLandscape_FileDesc":"","ImageHomePortrait":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/7f0caf1c-9356-474e-a74f-30870f5ee40e/apbnkita-agustus2?width=1280&height=852&ext=.jpeg","ImageHomePortrait_FileTitle":"","ImageHomePortrait_FileDesc":"","ImageMobileLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/6e98cffd-e27b-49f6-a973-2d3b58500606/foto-kemenkeu-2.JPG?width=900&height=600&ext=.jpg","ImageMobileLandscape_FileTitle":"","ImageMobileLandscape_FileDesc":"","ImageLandscapeOptional2":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/270b2e75-72a1-48b3-8a47-7f419dc6d89c/apbnkita-agustus5?width=1280&height=855&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional2_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional2_FileDesc":"","Description":"Jakarta, 18/09/2026 Kemenkeu &ndash; Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan, kinerja perekonomian Indonesia tetap resilien di tengah gejolak global. Kondisi tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap solid, inflasi yang terkendali, hingga defisit APBN yang terjaga.&nbsp;<br />\r\n<br />\r\nPemerintah terus mencermati perkembangan global sebagai bagian dari langkah antisipasi dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik. Dinamika geopolitik dengan konflik Timur Tengah masih menjadi risiko utama. Sementara itu, perubahan suku bunga Amerika Serikat berpotensi memengaruhi kondisi pasar keuangan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi suku bunga global diperkirakan masih akan berada dalam situasi higher for longer dan karena itu dampaknya terhadap perekonomian domestik perlu terus diantisipasi.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Kita selalu sangat memperhatikan apa yang terjadi di global. Memperhatikan apa yang terjadi di global itu menjadi penting untuk kita menyiapkan antisipasi perekonomian Indonesia. Dan salah satu antisipasinya adalah antisipasi yang harus dilakukan oleh APBN,&rdquo; ungkap Menkeu dalam Konferensi Pers APBN Kita di Jakarta pada Jumat (18/09).<br />\r\n<br />\r\nMeski demikian, sejumlah indikator menunjukkan ekonomi Indonesia tetap bergerak positif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I &ndash; 2026 tercatat sebesar 5,45 persen. Sementara itu, inflasi pada Agustus 2026 masih berada di level sasaran inflasi 3,19 persen.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Itu adalah angka-angka yang cukup memberikan confidence kepada kita bahwa perekonomian Indonesia itu stay resilient. Indonesia itu tetap resilien pekonomiannya, gerak ekonominya, gerak di masyarakat,&rdquo; jelas Menkeu.<br />\r\n<br />\r\nLebih lanjut Menkeu memaparkan, ketahanan tersebut tercermin dari aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah indikator seperti penjualan mobil dan sepeda motor, penjualan semen, serta konsumsi menunjukkan pertumbuhan.<br />\r\n<br />\r\nKeyakinan konsumen turut menguat, sementara penjualan riil kembali berada dalam fase ekspansif. Di sisi lain, Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur tetap menjadi indikator yang perlu dicermati karena sektor manufaktur Indonesia turut dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global.<br />\r\n<br />\r\n&quot;Jadi, harus kita waspadai, kita tidak boleh lengah, tapi Indonesia kondisi ekonominya cukup resilien, malah saya bisa katakan sangat resilien,&quot; jelas Menkeu.<br />\r\n<br />\r\nDari sisi harga, pemerintah mengupayakan inflasi Indonesia terjaga dalam kisaran sasaran. Harga pangan menjadi faktor yang terus dipantau, terutama karena sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. Pemerintah antara lain menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak bersubsidi, tarif listrik, dan sejumlah harga yang berada dalam kewenangan pemerintah.<br />\r\n<br />\r\nKetahanan ekonomi juga terlihat dari mulai pulihnya arus modal ke pasar keuangan domestik. Pemerintah mencatat akumulasi capital inflow hingga 11 September 2026 mencapai Rp141,6 triliun. Untuk Surat Berharga Negara (SBN), arus modal asing secara neto tercatat sebesar Rp40,8 triliun didukung kredibilitas fiskal. Sementara itu, moderasi inflow Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencatat arus masuk sebesar Rp171,6 triliun sejalan penurunan penerbitan SRBI oleh Bank Indonesia.<br />\r\n<br />\r\nDi samping itu, ketahanan ekonomi domestik juga tercermin dari kinerja fiskal. Hingga akhir Agustus 2026, kinerja APBN tetap kuat dengan keseimbangan primer yang berada di posisi positif. Sementara itu, defisit anggaran masih berada dalam batas yang terkendali.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Pendapatan negara Rp 2.055,6 triliun, 65% dari target. Belanja negaranya Rp 2.295 triliun, maka defisitnya adalah Rp 240,1 triliun, yang artinya adalah 0,93% dari PDB kita,&rdquo; pungkas Menkeu. (dj/al)","ShortDescription":"Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan, kinerja perekonomian Indonesia tetap resilien di tengah gejolak global. Kondisi tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap solid, inflasi yang terkendali, hingga defisit APBN yang terjaga. ","twitter":"","QuotesBody":"","QuotesBy":"","QuotesTitle":"","ImageLandscapeOptional":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/6d6bf759-c880-4a98-9df9-c65b1412844f/apbnkita-agustus3?width=1280&height=855&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional_FileDesc":"","SlugUrl":"Menkeu-Suahasil-Kinerja-Ekonomi-Indonesia-Resilien","DocumentTags":"","DocumentPublishFrom":"Friday, 18 September 2026 12:11","DocumentPublishTo":"31/12/9999 23:59:59","DocumentCreatedWhen":"Friday, 18 September 2026 13:11","DocumentCreatedBy":"Biro Komunikasi dan Layanan Informasi","NodeOrder":14178,"Categories":[],"IsPublished":true},{"BeritaID":"20135","Title":"Menkeu Suahasil: Pertimbangan DPD RI Jadi Masukan Penting untuk RAPBN 2027","ImageLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/5a6d90ff-14b5-43a0-a6d0-a7eb0c6c8c8c/20260916_MK-SNRSJ-RLMDJPK-NFRDJSEF-FARDJPPR-SMTWMK-JDA_Sidang-Paripurna-Luar-Biasa-ke-2-DPD-RI__202609160010023-Large?width=1280&height=855&ext=.jpeg","ImageLandscape_FileTitle":"","ImageLandscape_FileDesc":"","ImageHomePortrait":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/b0fc9e37-b306-472e-95df-a1ec66ca920b/20260916_MK-SNRSJ-RLMDJPK-NFRDJSEF-FARDJPPR-SMTWMK-JDA_Sidang-Paripurna-Luar-Biasa-ke-2-DPD-RI__202609160010014-Large?width=1280&height=855&ext=.jpeg","ImageHomePortrait_FileTitle":"","ImageHomePortrait_FileDesc":"","ImageMobileLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/6e98cffd-e27b-49f6-a973-2d3b58500606/foto-kemenkeu-2.JPG?width=900&height=600&ext=.jpg","ImageMobileLandscape_FileTitle":"","ImageMobileLandscape_FileDesc":"","ImageLandscapeOptional2":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/3f4f66bd-6d05-453e-81d3-344bac874418/20260916_MK-SNRSJ-RLMDJPK-NFRDJSEF-FARDJPPR-SMTWMK-JDA_Sidang-Paripurna-Luar-Biasa-ke-2-DPD-RI__202609160010003?width=900&height=600&ext=.jpg","ImageLandscapeOptional2_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional2_FileDesc":"","Description":"Jakarta, 16/9/2026 Kemenkeu &ndash; Pemerintah menyambut baik pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2027. Masukan yang mencerminkan perspektif dan aspirasi daerah tersebut akan menjadi bahan penting bagi Pemerintah dalam melanjutkan pembahasan RAPBN 2027 bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).<br />\r\n<br />\r\nMenteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan, pertimbangan DPD RI hadir pada momentum yang tepat seiring berlangsungnya pembahasan RAPBN 2027 antara Pemerintah dan DPR RI.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Pertimbangan-pertimbangan dari DPD ini diberikan pada waktu yang sangat tepat, karena kita memang sedang dalam jadwal membicarakan RAPBN 2027 dengan DPR RI. Pertimbangan tersebut menjadi bahan masukan yang mencerminkan aspirasi dari daerah,&rdquo; ujar Menkeu seusai menghadiri Sidang Paripurna Luar Biasa ke-2 DPD RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026&ndash;2027, Rabu (16/9).<br />\r\n<br />\r\nDalam sidang tersebut, DPD RI menetapkan pertimbangan terhadap RUU APBN 2027 sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi konstitusionalnya. Pertimbangan tersebut disusun Komite IV DPD RI melalui pembahasan bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan, serta penjaringan aspirasi dari daerah.<br />\r\n<br />\r\nSejumlah isu yang menjadi perhatian DPD RI antara lain kebijakan transfer ke daerah, pembangunan infrastruktur, dana desa, dan penguatan kapasitas fiskal daerah. Berbagai masukan tersebut menjadi perspektif tambahan dalam pembahasan kebijakan fiskal dan pengalokasian anggaran dalam RAPBN 2027.<br />\r\n<br />\r\nMenkeu mengapresiasi proses tersebut sebagai bagian penting dari tata kelola ketatanegaraan, khususnya dalam memastikan perspektif daerah turut menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan fiskal nasional.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Saya mengucapkan terima kasih secara khusus atas nama Pemerintah bahwa kami diundang pada Sidang Paripurna kali ini. Ini adalah suatu tata bernegara yang baik, mendapatkan pertimbangan yang mencerminkan perspektif dari seluruh daerah,&rdquo; kata Menkeu.<br />\r\n<br />\r\nPertimbangan DPD RI selanjutnya akan diperhatikan Pemerintah dan menjadi bagian dari pembahasan RAPBN 2027 bersama DPR RI sesuai tahapan yang telah disepakati dalam Badan Anggaran DPR RI.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Pertimbangan-pertimbangan yang disampaikan akan menjadi masukan yang sangat-sangat kami perhatikan dan menjadi bagian dari pembicaraan dengan DPR RI,&rdquo; tegas Menkeu. (dep/al)<br />\r\n&nbsp;","ShortDescription":"Pemerintah menyambut baik pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2027. ","twitter":"","QuotesBody":"","QuotesBy":"","QuotesTitle":"","ImageLandscapeOptional":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/c185f8d8-680a-446c-b33e-43fc40a3d5f1/20260916_MK-SNRSJ-RLMDJPK-NFRDJSEF-FARDJPPR-SMTWMK-JDA_Sidang-Paripurna-Luar-Biasa-ke-2-DPD-RI__202609160010006-Large?width=1280&height=855&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional_FileDesc":"","SlugUrl":"Pertimbangan-DPD-RI-Penting-untuk-RAPBN-2027","DocumentTags":"","DocumentPublishFrom":"Wednesday, 16 September 2026 18:20","DocumentPublishTo":"31/12/9999 23:59:59","DocumentCreatedWhen":"Wednesday, 16 September 2026 18:20","DocumentCreatedBy":"Biro Komunikasi dan Layanan Informasi","NodeOrder":14176,"Categories":[],"IsPublished":true},{"BeritaID":"20134","Title":"Wamenkeu Juda Agung: Reformasi Perpajakan Berperan Sentral dalam Stategi Fiskal Pemerintah","ImageLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/9f98bfd7-e8fc-4d08-b3ee-3331835e2a17/20260916_DJP-BWYWMK-JDADJSEF-FAR_Sambutan-pada-International-Tax-Conference__202609160020010-Large?width=1280&height=853&ext=.jpeg","ImageLandscape_FileTitle":"","ImageLandscape_FileDesc":"","ImageHomePortrait":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/56faa76e-b96c-4a63-8f9b-07554e56e79b/20260916_DJP-BWYWMK-JDADJSEF-FAR_Sambutan-pada-International-Tax-Conference__202609160020007-Large?width=1280&height=853&ext=.jpeg","ImageHomePortrait_FileTitle":"","ImageHomePortrait_FileDesc":"","ImageMobileLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/6e98cffd-e27b-49f6-a973-2d3b58500606/foto-kemenkeu-2.JPG?width=900&height=600&ext=.jpg","ImageMobileLandscape_FileTitle":"","ImageMobileLandscape_FileDesc":"","ImageLandscapeOptional2":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/834a06a1-384a-41c0-91d8-f32929b03e14/20260916_DJP-BWYWMK-JDADJSEF-FAR_Sambutan-pada-International-Tax-Conference__202609160020041-Large?width=1280&height=853&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional2_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional2_FileDesc":"","Description":"<span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span style="font-size:12.0pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif">Jakarta, 16/9/2026 Kemenkeu &ndash; Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung, menegaskan reformasi perpajakan menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga disiplin fiskal. Hal tersebut disampaikan Wamenkeu Juda Agung dalam International Tax Conference 2026 yang mengusung tema &ldquo;Transforming Tax Policy and Administration to Drive Sustainable Growth and Revenue in the Digital Economy&rdquo;, Kamis (16/9) di Jakarta.</span></span></span></span></span></span><br />\r\n<br />\r\n<span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span style="font-size:12.0pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif">&ldquo;Tujuan kita adalah mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, sekaligus tetap menjaga disiplin fiskal. Untuk mencapai dua tujuan tersebut membutuhkan penerimaan negara yang semakin kuat, belanja negara yang lebih berkualitas dan pembiayaan yang pruden. Oleh karena itu, reformasi perpajakan menjadi penting bagi strategi fiskal kita,&rdquo; ujar Wamenkeu Juda.</span></span></span></span></span></span><br />\r\n<br />\r\n<span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span style="font-size:12.0pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif">Dalam kesempatan tersebut, Wamenkeu Juda Agung menyampaikan tiga prioritas reformasi perpajakan, yakni memodernisasi administrasi dan mempermudah kepatuhan wajib pajak, memperluas basis pajak dan memperkuat kepatuhan, serta membangun sistem perpajakan yang adil, pasti, dan sesuai dengan perkembangan ekonomi global.</span></span></span></span></span></span><br />\r\n<br />\r\n<span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span style="font-size:12.0pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif">Lebih lanjut, dalam modernisasi administrasi perpajakan Wamenkeu Juda menegaskan perlunya berorientasi pada kemudahan wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Implementasi Coretax menjadi fondasi integrasi proses perpajakan, tetapi keberhasilannya juga perlu diukur dari kemudahan registrasi, pelaporan, dan pembayaran pajak, akurasi data, serta kecepatan penyelesaian permasalahan.</span></span></span></span></span></span><br />\r\n<br />\r\n<span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span style="font-size:12.0pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif">&ldquo;Teknologi harus membuat administrasi dan layanan menjadi lebih baik,&rdquo; tegas Wamenkeu.</span></span></span></span></span></span><br />\r\n<br />\r\n<span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span style="font-size:12.0pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif">Sementara itu, perluasan basis pajak harus diperkuat melalui pemanfaatan data administrasi dan data pihak ketiga, pengawasan berbasis risiko, serta prosedur yang lebih sederhana bagi wajib pajak. Evaluasi terhadap insentif perpajakan juga diperlukan untuk memastikan insentif fiskal tersebut memberikan manfaat dalam pertumbuhan investasi, lapangan kerja, dan produktivitas.</span></span></span></span></span></span><br />\r\n<br />\r\n<span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span style="font-size:12.0pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif">Untuk membangun sistem perpajakan yang adil, dapat diprediksi, dan sesuai dengan perkembangan ekonomi global, Wamenkeu Juda Agung menekankan pentingnya penguatan kerja sama, kepastian perpajakan, penyelesaian sengketa, serta kebijakan yang mempertimbangkan kondisi wajib pajak yang beragam.</span></span></span></span></span></span><br />\r\n<br />\r\n<span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span style="font-size:12.0pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif">&ldquo;Pada akhirnya, kepercayaan tidak hanya bergantung pada bagaimana kita mengumpulkan pajak, tetapi juga pada seberapa transparan dan efektif penerimaan tersebut digunakan,&rdquo; jelasnya.</span></span></span></span></span></span><br />\r\n<br />\r\n<span style="font-size:11pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><span style="font-size:12.0pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif">Sejalan dengan perkembangan ekonomi digital, Wamenkeu juga menilai pemanfaatan teknologi, big data, dan kecerdasan buatan dapat semakin memperkuat potensi penerimaan perpajakan.</span></span></span></span></span></span><br />\r\n<br />\r\n<span style="font-size:12.0pt"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif">&ldquo;Ke depan, dengan kemajuan teknologi, pemanfaatan big data dan AI akan meningkatkan dan mengoptimalkan potensi penguatan penerimaan pajak,&rdquo; pungkasnya. (lh/al)</span></span></span>","ShortDescription":"Jakarta, 16/9/2026 Kemenkeu – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung, menegaskan reformasi perpajakan menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga disiplin fiskal","twitter":"","QuotesBody":"","QuotesBy":"","QuotesTitle":"","ImageLandscapeOptional":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/c277adc3-7826-4940-8b65-8067466ddabb/20260916_DJP-BWYWMK-JDADJSEF-FAR_Sambutan-pada-International-Tax-Conference__202609160020006-Large?width=1280&height=853&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional_FileDesc":"","SlugUrl":"Wamenkeu-International-Tax-Conference-2026","DocumentTags":"","DocumentPublishFrom":"Wednesday, 16 September 2026 17:54","DocumentPublishTo":"31/12/9999 23:59:59","DocumentCreatedWhen":"Wednesday, 16 September 2026 17:54","DocumentCreatedBy":"Biro Komunikasi dan Layanan Informasi","NodeOrder":14175,"Categories":[],"IsPublished":true},{"BeritaID":"20133","Title":"Suahasil Nazara Resmi Jabat Menteri Keuangan Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa ","ImageLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/67a48d6e-b4de-4b78-9ce9-0ef8e5206003/WhatsApp-Image-2026-09-15-at-13-21-11?width=1920&height=1280&ext=.jpeg","ImageLandscape_FileTitle":"","ImageLandscape_FileDesc":"","ImageHomePortrait":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/e68be955-f5fe-4460-99b4-f6e70b6a74e5/WhatsApp-Image-2026-09-15-at-13-17-50-(1)?width=1920&height=1282&ext=.jpeg","ImageHomePortrait_FileTitle":"","ImageHomePortrait_FileDesc":"","ImageMobileLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/6e98cffd-e27b-49f6-a973-2d3b58500606/foto-kemenkeu-2.JPG?width=900&height=600&ext=.jpg","ImageMobileLandscape_FileTitle":"","ImageMobileLandscape_FileDesc":"","ImageLandscapeOptional2":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/042d764f-26b7-4ea9-b16c-c23e76dff130/WhatsApp-Image-2026-09-15-at-13-17-49-(1)?width=1920&height=1282&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional2_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional2_FileDesc":"","Description":"Jakarta, 14/09/2026 Kemenkeu &ndash; Kementerian Keuangan Republik Indonesia menggelar acara Serah Terima Jabatan Menteri Keuangan Republik Indonesia dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara. Prosesi ini berlangsung di Aula Mezzanine, Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa (15/9) dan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara.<br />\r\n<br />\r\nSecara simbolis, Purbaya Yudhi Sadewa menyerahkan laporan kinerja selama masa jabatannya secara digital kepada Suahasil Nazara sekaligus menandai berakhirnya masa pengabdian Purbaya yang memimpin Kementerian Keuangan selama satu tahun terakhir.&nbsp;<br />\r\n<br />\r\nDalam sambutan singkatnya, Purbaya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Keuangan dan mitra kerja atas kerja sama yang terjalin selama setahun belakangan. &quot;Terima kasih semua atas kerja sama selama satu tahun terakhir ini,&quot; ujar Purbaya.<br />\r\n<br />\r\nSementara itu, Menteri Keuangan yang baru dilantik, Suahasil Nazara, memberikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya atas kontribusi serta pengabdian Purbaya Yudhi Sadewa kepada negara. Ia menyebut Purbaya telah berhasil memperkuat semangat kolaborasi dan memperkenalkan cara kerja Kemenkeu secara transparan kepada masyarakat.<br />\r\n<br />\r\n&quot;Tentu memimpin Kementerian Keuangan itu suatu tanggung jawab besar yang Pak Purbaya selesaikan dengan baik selama satu tahun terakhir. Dan atas nama keluarga besar Kementerian Keuangan, saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghormatan kepada Bapak Purbaya dan juga Ibu dan keluarga yang telah bersedia membaktikan diri kepada Republik Indonesia,&quot; ungkap Menkeu Suahasil.<br />\r\n<br />\r\nMenteri Keuangan Suahasil juga memohon dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk lembaga tinggi negara, anggota KSSK, hingga media massa untuk bersama-sama melanjutkan agenda kerja Kementerian Keuangan dalam mengawal sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024&ndash;2029.<br />\r\n<br />\r\nAcara Serah Terima Jabatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan lembaga, di antaranya Pimpinan dan Anggota Komisi XI DPR RI, Komite IV DPD RI, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi, Ketua DK LPS Anggito Abimanyu, Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono, serta sejumlah Wakil Menteri dari berbagai kementerian/lembaga. (dm/al)","ShortDescription":"Kemenkeu menggelar acara Serah Terima Jabatan Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara. Prosesi ini berlangsung di Aula Mezzanine, Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa (15/9) dan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara.","twitter":"","QuotesBody":"","QuotesBy":"","QuotesTitle":"","ImageLandscapeOptional":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/1634bb99-512c-4c70-8892-7ddae03e6863/WhatsApp-Image-2026-09-15-at-13-21-09_1?width=900&height=600&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional_FileDesc":"","SlugUrl":"Suahasil-Nazara-Resmi-Jabat-Menteri-Keuangan","DocumentTags":"","DocumentPublishFrom":"Tuesday, 15 September 2026 13:11","DocumentPublishTo":"31/12/9999 23:59:59","DocumentCreatedWhen":"Tuesday, 15 September 2026 13:11","DocumentCreatedBy":"Biro Komunikasi dan Layanan Informasi","NodeOrder":14174,"Categories":[],"IsPublished":true},{"BeritaID":"20132","Title":"Menkeu Suahasil Tegaskan Komitmen Jaga Keuangan Negara dan Dorong Pertumbuhan","ImageLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/cee1baad-0c71-4a41-9ca8-9201e1ed64d4/c1b186a1-4259-40c7-82b0-81ecf8aec980?width=1920&height=1280&ext=.jpeg","ImageLandscape_FileTitle":"","ImageLandscape_FileDesc":"","ImageHomePortrait":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/618ab3d2-a5b9-4fc5-bf7f-808fe1bb6d94/c1b186a1-4259-40c7-82b0-81ecf8aec980_1?width=1080&height=720&ext=.jpeg","ImageHomePortrait_FileTitle":"","ImageHomePortrait_FileDesc":"","ImageMobileLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/c87edfce-d3a3-4b65-b660-c0c783b1ab1f/c1b186a1-4259-40c7-82b0-81ecf8aec980_2?width=900&height=600&ext=.jpeg","ImageMobileLandscape_FileTitle":"","ImageMobileLandscape_FileDesc":"","ImageLandscapeOptional2":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/6f7d89e4-4e85-4b69-a68e-75bd97cb4f02/0164c81c-19d4-4c25-b288-112d4c529c92?width=900&height=600&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional2_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional2_FileDesc":"","Description":"Jakarta, 15/09/2026 &ndash; Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) di Istana Negara, Jakarta pada Senin (14/09). Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024&ndash;2029.&nbsp;<br />\r\n<br />\r\nUsai dilantik, Menkeu menegaskan komitmennya untuk menjaga keuangan negara dan memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus menjadi instrumen yang mampu mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian Indonesia. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden kepadanya untuk menjaga keuangan negara.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Dapat tugasnya adalah menjaga keuangan negara, memastikan keuangan negara kita akan terus menjadi APBN yang menumbuhkan, APBN yang menstabilkan ekonomi kita, [dan] bermanfaat paling maksimal untuk masyarakat Indonesia secara keseluruhan,&rdquo; ungkap Menkeu dalam konferensi pers pascapelantikan di Gedung Djuanda I, Senin (14/09).<br />\r\n<br />\r\nLebih lanjut Menkeu menjelaskan, mengelola keuangan negara dimaksudkan untuk mendukung perekonomian dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Manfaat APBN bagi masyarakat dan perekonomian diwujudkan melalui berbagai aktivitas ekonomi, antara lain konsumsi masyarakat, investasi, pengeluaran pemerintah, serta kegiatan ekspor.&nbsp;<br />\r\n<br />\r\nDalam kesempatan tersebut, Menkeu juga mengajak seluruh jajaran Kementerian Keuangan untuk melanjutkan pelaksanaan tugas masing-masing dan bersama-sama menjaga kredibilitas institusi. Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan amanah pengelolaan keuangan negara.&nbsp;<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Kita lanjutkan pekerjaan kita masing-masing dan kita buat Kementerian Keuangan yang kredibel, yang bisa dipercaya, yang membanggakan bagi seluruh masyarakat Indonesia,&rdquo; tegas Menkeu. (dj/al)","ShortDescription":"Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) di Istana Negara, Jakarta pada Senin (14/09).","twitter":"","QuotesBody":"","QuotesBy":"","QuotesTitle":"","ImageLandscapeOptional":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/1295d9d5-fd71-484f-82ac-fa809e135cc7/ab210c53-0c34-400e-a623-40eca5659a9e_1?width=900&height=600&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional_FileDesc":"","SlugUrl":"Menkeu-Suahasil-Tegaskan-Komitmen","DocumentTags":"","DocumentPublishFrom":"Monday, 14 September 2026 21:24","DocumentPublishTo":"31/12/9999 23:59:59","DocumentCreatedWhen":"Tuesday, 15 September 2026 09:25","DocumentCreatedBy":"Biro Komunikasi dan Layanan Informasi","NodeOrder":14173,"Categories":[],"IsPublished":true}]},"TotalData":10825,"PageSize":7,"PageSizeSubCategory":0}