{"StatusCode":200,"Message":"Success","Exception":null,"Data":{"DocumentName":"Berita Utama","Content":[{"BeritaID":"20041","Title":"Menkeu Buka Kembali Gerai Tiffany & Co., Tegaskan Kepatuhan Impor Harus Dijaga","ImageLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/d400e8ea-dda4-4f4a-9f36-332a418e40c6/20260608_MK-PYS_Kunjungan-ke-Tiffany-and-Co__202606080020002?width=1920&height=1280&ext=.jpeg","ImageLandscape_FileTitle":"","ImageLandscape_FileDesc":"","ImageHomePortrait":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/d400e8ea-dda4-4f4a-9f36-332a418e40c6/20260608_MK-PYS_Kunjungan-ke-Tiffany-and-Co__202606080020002?width=1920&height=1280&ext=.jpeg","ImageHomePortrait_FileTitle":"","ImageHomePortrait_FileDesc":"","ImageMobileLandscape":"","ImageLandscapeOptional2":"","Description":"Jakarta, 8/6/2026 Kemenkeu &ndash; Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi membuka kembali gerai Tiffany &amp; Co. yang sebelumnya disegel oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terkait dugaan pelanggaran di bidang kepabeanan berupa impor barang.<br />\r\n<br />\r\nMenkeu menjelaskan, sebelumnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah melakukan audit kepabeanan dan menerbitkan Surat Penetapan Pabean sebesar Rp97,49 miliar, termasuk sanksi administratif berupa denda sebesar Rp78,50 miliar. Saat ini, pihak Tiffany &amp; Co telah menyatakan kesanggupannya untuk memenuhi kewajiban tersebut termasuk pemenuhan sanksi administrasinya.&nbsp;<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Yang bersangkutan telah berkomitmen untuk mematuhi seluruh ketentuan perundangundangan yang berlaku.&rdquo; ujar Menkeu saat melakukan kunjungan resmi di gerai Tiffany &amp; Co. yang berlokasi di Plaza Indonesia, pada hari ini Senin (08/06),&nbsp;<br />\r\n<br />\r\nMenkeu menegaskan bahwa pemerintah senantiasa mengedepankan prinsip kepatuhan, transparansi, dan akuntabilitas dalam menjalankan fungsi pengawasan. Upaya tersebut dilakukan untuk menciptakan iklim usaha yang sehat, memberikan kepastian hukum serta keberlangsungan usaha bagi seluruh pelaku usaha dalam rangka mendukung perekonomian nasional.<br />\r\n<br />\r\nMenkeu juga mengimbau kepada seluruh pelaku usaha untuk senantiasa memenuhi kewajiban dan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan dalam peraturan perundangundangan sebagai bagian penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang transparan, dan berdaya saing.&nbsp;<br />\r\n<br />\r\nPemerintah akan terus memperkuat pengawasan secara konsisten, sekaligus mendorong kesadaran seluruh pelaku usaha untuk berperilaku patuh sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. (feb/al)<br />\r\n<br />\r\n<br />\r\n&nbsp;","ShortDescription":"Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi membuka kembali gerai Tiffany & Co. yang sebelumnya disegel oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terkait dugaan pelanggaran di bidang kepabeanan berupa impor barang.","twitter":"","QuotesBody":"","QuotesBy":"","QuotesTitle":"","ImageLandscapeOptional":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/eb1384d0-1dc7-444a-b577-d719802064f2/20260608_MK-PYS_Kunjungan-ke-Tiffany-and-Co__202606080020008?width=1920&height=1280&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional_FileDesc":"","SlugUrl":"Menkeu-Buka-Gerai-Tiffany-Co","DocumentTags":"","DocumentPublishFrom":"Monday, 08 June 2026 18:07","DocumentPublishTo":"31/12/9999 23:59:59","DocumentCreatedWhen":"Monday, 08 June 2026 18:09","DocumentCreatedBy":"Biro Komunikasi dan Layanan Informasi","NodeOrder":14082,"Categories":[],"IsPublished":true},{"BeritaID":"20040","Title":"Fundamental Ekonomi Indonesia Terjaga Baik, Sinergi Fiskal-Moneter Diperkuat Jaga Stabilitas Rupiah","ImageLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/7b445fcf-8e0a-4793-9fd7-5b17575bb362/WhatsApp-Image-2026-06-08-at-10-34-29?width=1600&height=1042&ext=.jpeg","ImageLandscape_FileTitle":"","ImageLandscape_FileDesc":"","ImageHomePortrait":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/f0aabf6f-db24-4e94-ba0d-3d6d9c637dcd/dpr2?width=1080&height=720&ext=.jpg","ImageHomePortrait_FileTitle":"","ImageHomePortrait_FileDesc":"","ImageMobileLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/6e98cffd-e27b-49f6-a973-2d3b58500606/foto-kemenkeu-2.JPG?width=900&height=600&ext=.jpg","ImageMobileLandscape_FileTitle":"","ImageMobileLandscape_FileDesc":"","ImageLandscapeOptional2":"","Description":"Jakarta, 6/6/2026 Kemenkeu &ndash; Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia berada dalam kondisi yang kuat dan kokoh di tengah dinamika perekonomian global serta fluktuasi nilai tukar yang sedang terjadi. Pernyataan tersebut disampaikan Menkeu usai menghadiri pertemuan bersama pimpinan DPR RI dan Bank Indonesia (BI) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6). Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.<br />\r\n<br />\r\nMenurut Menkeu, berbagai indikator ekonomi menunjukkan bahwa kondisi perekonomian nasional saat ini tetap berada pada jalur yang baik. Dari sisi fiskal, APBN terus dikelola secara pruden.&nbsp;<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Dari pertemuan APBN KiTa kemarin sudah kelihatan fundamental ekonomi kita baik, fiskal juga dalam keadaan baik, amat baik malah kalau kita lihat dari acuan-acuan yang ada,&rdquo; ujar Menkeu.<br />\r\n<br />\r\nFundamental yang kuat tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global. Menkeu menegaskan bahwa Pemerintah akan terus memanfaatkan instrumen fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus menjaga stabilitas perekonomian nasional.<br />\r\n<br />\r\nLebih lanjut, Pemerintah dan Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi agar kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras. Sinkronisasi kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Dalam perjalanannya tentu kita akan meningkatkan juga koordinasi dengan bank sentral supaya kebijakan semakin sinkron, supaya dampak kebijakan antara moneter dan fiskal lebih signifikan ke perekonomian. Tentunya kalau kebijakannya sudah menyatu seperti itu, harusnya akan mengembalikan kepercayaan pasar ke rupiah,&rdquo; jelas Menkeu.<br />\r\n<br />\r\nMenkeu Purbaya menyampaikan optimis bahwa stabilitas nilai tukar rupiah dapat membantu menjaga kestabilan harga barang kebutuhan pokok dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas ekonominya.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Dengan nanti kebijakan yang bagus, itu kita akan melihat rupiah yang lebih stabil, sehingga para pedagang tahu, tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik dan tidak terbebani lagi, tidak mengalami keadaan beban hidup yang terlalu signifikan. Jadi sinkronisasi kebijakan ini amat baik sekali untuk ekonomi kita di level makro maupun di level mikro ke depannya,&rdquo; ungkap Menkeu.<br />\r\n<br />\r\nDengan fundamental ekonomi yang tetap kuat, kondisi fiskal yang sehat, serta koordinasi kebijakan yang solid antara Pemerintah dan Bank Indonesia, menjadi landasan yang kokoh dalam menjaga kepercayaan pasar dan menciptakan stabilitas nilai tukar rupiah. (lh/al)","ShortDescription":"Jakarta, 6/6/2026 Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia berada dalam kondisi yang kuat dan kokoh di tengah dinamika perekonomian global serta fluktuasi nilai tukar","twitter":"","QuotesBody":"","QuotesBy":"","QuotesTitle":"","ImageLandscapeOptional":"","SlugUrl":"Fundamental-Ekonomi-Jaga-Kepercayaan-Pasar","DocumentTags":"","DocumentPublishFrom":"Saturday, 06 June 2026 22:12","DocumentPublishTo":"31/12/9999 23:59:59","DocumentCreatedWhen":"Saturday, 06 June 2026 22:12","DocumentCreatedBy":"Biro Komunikasi dan Layanan Informasi","NodeOrder":14081,"Categories":[],"IsPublished":true},{"BeritaID":"20039","Title":"Dorong Percepatan Arus Logistik Nasional, Menkeu Purbaya Tinjau Pelayanan Kepabeanan di Tanjung Priok","ImageLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/4bc5a9ef-1b16-402e-9434-1a9fa0bc53bc/20260606_MK-PYS_Meninjau-Bea-Cukai-Pelabuhan-Tanjung-Priok__202606060030011?width=1920&height=1280&ext=.jpeg","ImageLandscape_FileTitle":"","ImageLandscape_FileDesc":"","ImageHomePortrait":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/14221b5a-e3d5-4fdb-8d55-333449749e2c/20260606_MK-PYS_Meninjau-Bea-Cukai-Pelabuhan-Tanjung-Priok__202606060030007?width=900&height=600&ext=.jpeg","ImageHomePortrait_FileTitle":"","ImageHomePortrait_FileDesc":"","ImageMobileLandscape":"","ImageLandscapeOptional2":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/14221b5a-e3d5-4fdb-8d55-333449749e2c/20260606_MK-PYS_Meninjau-Bea-Cukai-Pelabuhan-Tanjung-Priok__202606060030007?width=900&height=600&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional2_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional2_FileDesc":"","Description":"Jakarta, 06/06/2026 Kemenkeu &ndash; Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meninjau langsung Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara di KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Jakarta, pada Sabtu (6/6). Kunjungan ini dilakukan guna memastikan kelancaran arus logistik nasional dan mengoptimalkan pelayanan kepabeanan di tengah melonjaknya volume impor. Langkah percepatan diambil menyusul laporan mengenai penumpukan dokumen dan kontainer yang belum terselesaikan di pelabuhan tersebut.<br />\r\n<br />\r\n&quot;Saya mendapatkan informasi beberapa hari yang lalu bahwa terjadi penumpukan di Tanjung Priok. Jumlah surat atau dokumen yang harus diproses sempat mencapai sekitar 3.000 kontainer. Kondisi ini menyebabkan dwelling time meningkat dan mulai menimbulkan gangguan terhadap pasokan bahan baku bagi pelaku usaha,&quot; ujar Menkeu.<br />\r\n<br />\r\nMeskipun perbaikan yang dilakukan instansi terkait telah menurunkan jumlah dokumen yang tertunda dari 3.000 menjadi 2.500, pemerintah menilai langkah tambahan tetap diperlukan. Menkeu meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menambah personel lapangan serta memperpanjang jam operasional menjadi 24 jam dengan sistem shift demi menormalkan kembali antrean. &quot;Saya minta ditambah personelnya. Mereka harus bekerja 24 jam dengan dua shift atau lebih sampai jumlah antrean turun kembali ke level normal, sekitar 500,&quot; tegasnya.<br />\r\n<br />\r\nSelain kapasitas pelayanan, Menkeu menemukan masalah lain berupa kontainer yang belum dikeluarkan oleh importir meski proses kepabeanannya telah selesai. Akibatnya, barang menumpuk berbulan-bulan dan mengurangi kapasitas penyimpanan pelabuhan. Sejumlah importir diduga sengaja membiarkan barang di pelabuhan karena biayanya lebih murah dibandingkan menyewa gudang di luar.<br />\r\n<br />\r\nKementerian Keuangan kini tengah mengkaji penyempurnaan regulasi untuk memberikan disinsentif bagi importir tersebut. Skema pengaturan yang adil dan wajar sedang disiapkan oleh Dirjen Bea dan Cukai bersama Sekretariat Jenderal Kemenkeu.<br />\r\n<br />\r\n&quot;Kami akan melihat berapa lama dwelling time yang wajar. Jika sudah melewati batas yang tidak wajar, baru akan ada langkah penegakan, termasuk kemungkinan pengenaan denda yang lebih besar,&quot; ujarnya.<br />\r\n<br />\r\nMenkeu menegaskan kebijakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi pelabuhan sebagai simpul logistik nasional, bukan membebani dunia usaha. Peningkatan impor akibat aktivitas ekonomi domestik harus diimbangi kelancaran logistik agar tidak menimbulkan hambatan baru.<br />\r\n<br />\r\n&quot;Ketika ekonomi domestik meningkat dan impor bertambah, jangan sampai pelabuhan menjadi bottleneck. Kita ingin memastikan sistem logistik tetap terkendali dan seluruh proses kembali ke level normal,&quot; kata Menkeu.<br />\r\n<br />\r\nKemenkeu berkomitmen terus memantau situasi di Tanjung Priok dan siap melakukan redistribusi SDM dari kantor lain jika diperlukan demi menurunkan dwelling time serta menjaga kelancaran pasokan bahan baku industri nasional. (dm/al)","ShortDescription":"Menkeu Purbaya meninjau langsung Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara di KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok Jakarta pada Sabtu (6/6). Kunjungan ini dilakukan guna memastikan kelancaran logistik nasional dan mengoptimalkan pelayanan kepabeanan di tengah melonjaknya volume impor.","twitter":"","QuotesBody":"","QuotesBy":"","QuotesTitle":"","ImageLandscapeOptional":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/207d30ba-b652-4602-b61a-133128151a6a/20260606_MK-PYS_Meninjau-Bea-Cukai-Pelabuhan-Tanjung-Priok__202606060030015?width=900&height=600&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional_FileDesc":"","SlugUrl":"Menkeu-Tinjau-Kepabeanan-Tanjung-Priok","DocumentTags":"","DocumentPublishFrom":"Saturday, 06 June 2026 19:23","DocumentPublishTo":"31/12/9999 23:59:59","DocumentCreatedWhen":"Saturday, 06 June 2026 19:23","DocumentCreatedBy":"Biro Komunikasi dan Layanan Informasi","NodeOrder":14080,"Categories":["Direktorat Jenderal Bea dan Cukai","Ekspor Impor","Kemenkeu","Menteri Keuangan"],"IsPublished":true},{"BeritaID":"20038","Title":"Pemerintah dan Bank Indonesia Perkuat Sinergi untuk Jaga Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi","ImageLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/9e354b5c-6410-47e9-bf02-dad84fae89ce/dpr1?width=1920&height=1280&ext=.jpg","ImageLandscape_FileTitle":"","ImageLandscape_FileDesc":"","ImageHomePortrait":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/7b445fcf-8e0a-4793-9fd7-5b17575bb362/WhatsApp-Image-2026-06-08-at-10-34-29?width=1600&height=1042&ext=.jpeg","ImageHomePortrait_FileTitle":"","ImageHomePortrait_FileDesc":"","ImageMobileLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/6e98cffd-e27b-49f6-a973-2d3b58500606/foto-kemenkeu-2.JPG?width=900&height=600&ext=.jpg","ImageMobileLandscape_FileTitle":"","ImageMobileLandscape_FileDesc":"","ImageLandscapeOptional2":"","Description":"Jakarta, 6/6/2026 Kemenkeu &ndash; Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat nilai tukar rupiah, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal tersebut dilakukan seiring upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan berkelanjutan.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Fundamental ekonomi kita baik, fiskal juga dalam keadaan yang baik, amat baik malah kalau kita lihat dari acuan-acuan yang ada. Jadi ke depan kita akan fokus memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik sehingga pertumbuhan kita semakin cepat,&rdquo; ujar Menkeu.<br />\r\n<br />\r\nPernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan koordinasi yang mempertemukan pemerintah, Bank Indonesia, dan para pemangku kepentingan ekonomi untuk mengevaluasi perkembangan ekonomi sekaligus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.<br />\r\n<br />\r\nDalam pertemuan tersebut, seluruh pihak menegaskan pentingnya koordinasi yang erat antarotoritas ekonomi. Penguatan sinergi dinilai diperlukan agar berbagai instrumen kebijakan dapat berjalan saling mendukung sesuai dengan kewenangan masing-masing.<br />\r\n<br />\r\nSebagai bagian dari langkah tersebut, pemerintah dan Bank Indonesia sepakat memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Upaya yang ditempuh antara lain melalui peningkatan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik guna mendorong aliran modal masuk serta menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan.<br />\r\n<br />\r\nMenkeu menilai koordinasi yang semakin erat antara pemerintah dan bank sentral akan meningkatkan efektivitas kebijakan ekonomi sehingga dampaknya terhadap perekonomian menjadi lebih optimal.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Dalam perjalanannya tentu kita akan meningkatkan juga koordinasi dengan Bank Sentral. Kita akan mendukung Bank Sentral memperkuat koordinasi supaya kebijakan semakin sinkron, supaya dampak kebijakan antara pemerintah dan fiskal lebih signifikan ke perekonomian,&rdquo; kata Menkeu.<br />\r\n<br />\r\nLebih lanjut, Menkeu menjelaskan bahwa penguatan sinergi fiskal dan moneter pada akhirnya ditujukan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Stabilitas nilai tukar rupiah yang lebih terjaga diharapkan dapat membantu menekan biaya produksi, khususnya bagi pelaku usaha yang masih bergantung pada bahan baku impor. Kondisi tersebut akan mengurangi tekanan terhadap harga barang sehingga masyarakat dapat memperoleh harga yang lebih terjangkau.<br />\r\n<br />\r\nSelain itu, keselarasan kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia juga diharapkan memberikan dampak positif bagi dunia usaha maupun rumah tangga. Stabilitas ekonomi yang terjaga akan mendukung aktivitas ekonomi yang lebih baik, baik pada tingkat makro maupun mikro.<br />\r\n<br />\r\nPemerintah bersama Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan menjaga sinergi kebijakan guna mendukung stabilitas ekonomi, memperkuat kepercayaan pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (dep/al)<br />\r\n&nbsp;","ShortDescription":"Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat nilai tukar rupiah, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ","twitter":"","QuotesBody":"","QuotesBy":"","QuotesTitle":"","ImageLandscapeOptional":"","SlugUrl":"Pemerintah-dan-Bank-Indonesia-Perkuat-Sinergi","DocumentTags":"","DocumentPublishFrom":"Saturday, 06 June 2026 19:21","DocumentPublishTo":"31/12/9999 23:59:59","DocumentCreatedWhen":"Saturday, 06 June 2026 19:21","DocumentCreatedBy":"Biro Komunikasi dan Layanan Informasi","NodeOrder":14079,"Categories":[],"IsPublished":true},{"BeritaID":"20037","Title":"APBN Tetap Sehat dan Kredibel, Topang Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional","ImageLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/bc869f52-931b-4069-9a1d-2380ce5b899c/e6b85ed0-18d2-4cb4-ac63-1d1fc8584060?width=1920&height=1280&ext=.jpeg","ImageLandscape_FileTitle":"","ImageLandscape_FileDesc":"","ImageHomePortrait":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/1cce3727-5912-449b-bdf2-dd21e01b727d/7eff2149-b1ca-4cb0-adba-26a08e75e3e1?width=608&height=1080&ext=.jpeg","ImageHomePortrait_FileTitle":"","ImageHomePortrait_FileDesc":"","ImageMobileLandscape":"","ImageLandscapeOptional2":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/179ba524-8b89-4565-a031-53e3ae55fbbf/35988f0d-af92-4bdd-9413-8a5e28d5c327?width=900&height=600&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional2_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional2_FileDesc":"","Description":"Jakarta, 5/6/2026 Kemenkeu &ndash; Kinerja perekonomian Indonesia menunjukkan tren yang semakin positif di tengah meredanya tekanan dinamika global. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, dalam Konferensi Pers APBN KiTA Edisi Juni 2026 yang memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026.<br />\r\n<br />\r\nMenkeu Purbaya menjelaskan bahwa berbagai indikator global menunjukkan tingkat volatilitas yang mulai menurun, sementara aktivitas ekonomi domestik terus menguat. Salah satu indikator yang mencerminkan perbaikan tersebut adalah Purchasing Managers&#39; Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang kembali memasuki zona ekspansi pada Mei 2026.<br />\r\n<br />\r\nPerbaikan aktivitas ekonomi juga tercermin dari kuatnya permintaan domestik. Indeks belanja masyarakat, penjualan kendaraan bermotor, hingga konsumsi semen menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Menurut Menteri Keuangan, data-data tersebut mengonfirmasi bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga dan aktivitas ekonomi terus bergerak positif.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Ini menunjukkan domestic demand yang kuat dan juga menggambarkan daya beli masyarakat yang masih kuat,&rdquo; jelas Menkeu.<br />\r\n<br />\r\nLebih lanjut, surplus neraca perdagangan Indonesia berlanjut selama 72 bulan berturut-turut. Arus modal asing juga kembali mencatatkan inflow pada triwulan II 2026, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi nasional. Inflasi hingga Mei 2026 tercatat sebesar 3,08 persen (year-on-year), masih berada dalam rentang sasaran yang ditetapkan pemerintah dan Bank Indonesia.<br />\r\n<br />\r\nDari sisi fiskal, realisasi APBN hingga akhir Mei 2026 menunjukkan kinerja yang solid. Pendapatan negara mencapai Rp1.185 triliun atau tumbuh 19,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penerimaan perpajakan yang meningkat 22,1 persen serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang tumbuh 19,9 persen.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Yang paling menarik adalah pendapatan pajak naik 22,1 persen. Jadi ada perbaikan yang signifikan di pajak dibandingkan dengan kondisi tahun lalu,&rdquo; ujar Menkeu.<br />\r\n<br />\r\nSementara itu, belanja negara sudah terealisasi sebesar Rp1.365,4 triliun atau tumbuh 34,4 persen secara tahunan. Belanja tersebut diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah, menjaga daya beli masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas layanan publik, serta mempercepat aktivitas ekonomi nasional. Menurut Menkeu, strategi percepatan belanja negara dilakukan agar dampak APBN terhadap perekonomian dapat dirasakan lebih merata sepanjang tahun.<br />\r\n<br />\r\nDengan realisasi tersebut, defisit APBN hingga akhir Mei 2026 tercatat sebesar 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), masih jauh di bawah batas yang ditetapkan undang-undang. Di saat yang sama, keseimbangan primer kembali mencatatkan surplus sebesar Rp58,6 triliun, mencerminkan pengelolaan fiskal yang semakin sehat dan berkelanjutan.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Surplus keseimbangan primer sekarang Rp58,6 triliun, sudah positif lagi. Artinya anggaran kita sekarang lebih berkesinambungan dibanding bulan-bulan sebelumnya,&rdquo; ungkap Menkeu Purbaya.<br />\r\n<br />\r\nMenkeu menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga APBN terus optimal berperan sebagai shock absorber dan penggerak perekonomian.&nbsp;<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Ke depan, pemerintah akan terus menjaga APBN tetap sehat, prudent, adaptif, dan kredibel guna memperkuat stabilitas, menjaga momentum pertumbuhan, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan,&rdquo; pungkas Menkeu Purbaya. (lh/al)","ShortDescription":"Jakarta, 5/6/2026 Kemenkeu – Kinerja perekonomian Indonesia menunjukkan tren yang semakin positif di tengah meredanya tekanan dinamika global. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa","twitter":"","QuotesBody":"","QuotesBy":"","QuotesTitle":"","ImageLandscapeOptional":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/d1a17c8f-4331-4de1-ae4e-68e88c7d0254/67078495-4a33-4a81-8c08-953420feda64?width=900&height=600&ext=.jpeg","ImageLandscapeOptional_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional_FileDesc":"","SlugUrl":"Konpers-APBN-KiTA-Juni-2026","DocumentTags":"","DocumentPublishFrom":"Friday, 05 June 2026 18:53","DocumentPublishTo":"31/12/9999 23:59:59","DocumentCreatedWhen":"Friday, 05 June 2026 18:53","DocumentCreatedBy":"Biro Komunikasi dan Layanan Informasi","NodeOrder":14078,"Categories":[],"IsPublished":true},{"BeritaID":"20036","Title":"Wamenkeu Juda Lakukan Sejumlah Pertemuan Bilateral di Sela Agenda OECD","ImageLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/5f33baee-1087-4232-a879-a2a5211ad7f7/foto-kemenkeu-1.JPG?width=900&height=600&ext=.jpg","ImageLandscape_FileTitle":"","ImageLandscape_FileDesc":"","ImageHomePortrait":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/79a5d841-2c63-4fe7-bf56-56dc68808e11/foto-kemenkeu-4.JPG?width=1080&height=1919&ext=.jpg","ImageHomePortrait_FileTitle":"","ImageHomePortrait_FileDesc":"","ImageMobileLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/6e98cffd-e27b-49f6-a973-2d3b58500606/foto-kemenkeu-2.JPG?width=900&height=600&ext=.jpg","ImageMobileLandscape_FileTitle":"","ImageMobileLandscape_FileDesc":"","ImageLandscapeOptional2":"","Description":"Jakarta, 05/06/2026 Kemenkeu &ndash; Di sela-sela rangkaian pertemuan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) / Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi di Paris, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung melakukan sejumlah pertemuan bilateral strategis.<br />\r\n<br />\r\nPada Rabu (03/06), Wamenkeu Juda bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Uruguay Valeria Csukasi. Dalam pertemuan tersebut, Uruguay mengajak Indonesia untuk bersama-sama mendorong percepatan penyelesaian Indonesia-Mercosur Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Sebagai langkah awal, perjanjian bilateral antara Uruguay-Indonesia diharapkan dapat mendorong peningkatan hubungan ekonomi dengan negara di kawasan Amerika Latin.&nbsp;<br />\r\n<br />\r\nSelain itu, Uruguay juga meminta dukungan untuk masuk dalam Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), sekaligus menjajaki kerja sama dengan Indonesia dalam proses aksesi ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).&nbsp;<br />\r\n<br />\r\nIndonesia menyambut positif upaya diversifikasi ekonomi tersebut, baik dengan negara-negara Mercosur maupun secara bilateral dengan Uruguay.<br />\r\n<br />\r\n&ldquo;Kami menyampaikan keinginan yang sama untuk mendorong diversifikasi kemitraan termasuk dengan negara-negara Mercosur dan secara bilateral dengan Uruguay untuk meningkatkan kerja sama pada sejumlah sektor strategis khususnya renewable energy di mana Uruguay sangat maju,&rdquo; ungkap Wamenkeu Juda.<br />\r\n<br />\r\nMasih di hari yang sama, Wamenkeu Juda mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Sekretaris Jenderal OECD. Pertemuan tersebut membahas kondisi perekonomian global dan Indonesia terkini, serta perkembangan proses aksesi Indonesia ke OECD.&nbsp;<br />\r\n<br />\r\nKemudian pada Kamis (04/06), Wamenkeu Juda juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Keuangan Thailand Santitarn Sathirathai. Pertemuan tersebut fokus membahas persiapan Thailand sebagai tuan rumah Sidang Tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional mendatang. Wamenkeu menyampaikan berbagai masukan terkait isu strategis seperti digitalisasi, pembiayaan hijau, dan konektivitas sistem pembayaran yang menjadi topik penting di ASEAN dan berpotensi diangkat ke tingkat global.<br />\r\n<br />\r\nSelanjutnya, kedua negara juga bertukar pandangan mengenai kondisi ekonomi terkini serta tantangan yang muncul akibat gejolak ekonomi global. Indonesia dan Thailand sepakat untuk mengeksplorasi peluang kerja sama yang lebih erat dalam pendalaman sektor keuangan. (dj/al)","ShortDescription":"Di sela-sela rangkaian pertemuan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) / Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi di Paris, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung melakukan sejumlah pertemuan bilateral strategis.","twitter":"","QuotesBody":"","QuotesBy":"","QuotesTitle":"","ImageLandscapeOptional":"","SlugUrl":"Wamenkeu-Juda-Lakukan-Sejumlah-Pertemuan-Bilateral","DocumentTags":"","DocumentPublishFrom":"Friday, 05 June 2026 11:02","DocumentPublishTo":"31/12/9999 23:59:59","DocumentCreatedWhen":"Friday, 05 June 2026 11:02","DocumentCreatedBy":"Biro Komunikasi dan Layanan Informasi","NodeOrder":14077,"Categories":[],"IsPublished":true},{"BeritaID":"20035","Title":"Menkeu Purbaya: Perubahan UU P2SK Langkah Strategis Membangun Fondasi Ekonomi Indonesia Lebih Kuat","ImageLandscape":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/fcff23f6-ef7f-455a-9f4b-d487f495db82/MK-Rapur-P2SK-2?width=1920&height=1280&ext=.jpg","ImageLandscape_FileTitle":"","ImageLandscape_FileDesc":"","ImageHomePortrait":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/2e7509fe-7e52-4a19-945f-54a9e5e469a6/MK-Rapur-P2SK-3?width=1920&height=1280&ext=.jpg","ImageHomePortrait_FileTitle":"","ImageHomePortrait_FileDesc":"","ImageMobileLandscape":"","ImageLandscapeOptional2":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/84af99eb-c9d9-458a-a310-f2dee5a458b2/MK-Rapur-P2SK?width=1920&height=1280&ext=.jpg","ImageLandscapeOptional2_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional2_FileDesc":"","Description":"Jakarta, 4/6/2026 Kemenkeu &ndash; Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menghadiri Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda Penyampaian Pendapat Akhir Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) pada Kamis (4/6). Dalam rapat paripurna tersebut, Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) secara resmi telah disahkan menjadi undang-undang.<br />\r\n<br />\r\nDalam pidatonya, Menkeu Purbaya menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kerja sama yang terjalin antara pemerintah dan DPR RI selama proses pembahasan RUU tersebut. Pembahasan yang berlangsung secara efektif dan produktif mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat sektor keuangan nasional melalui regulasi yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi dan keuangan global.<br />\r\n<br />\r\n&quot;Pemerintah mengapresiasi kerja DPR bersama pemerintah yang efektif dan produktif dalam membahas RUU Perubahan Undang-Undang P2SK. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan, pendalaman, dan stabilitas sistem keuangan nasional, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap sektor keuangan,&quot; terang Menkeu.<br />\r\n<br />\r\nMenkeu menjelaskan bahwa perubahan UU P2SK difokuskan pada sejumlah aspek strategis yang bertujuan meningkatkan daya saing sektor keuangan sekaligus memperkuat tata kelola dan koordinasi antarotoritas. Salah satu substansi utama adalah penguatan kelembagaan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).&nbsp;<br />\r\n<br />\r\nPemerintah juga menyambut baik berbagai pengaturan baru yang mendukung pengembangan sektor keuangan, antara lain penguatan pasar derivatif melalui pengaturan transfer margin sesuai standar internasional, penguatan program penjaminan polis bagi perusahaan asuransi, pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis, penguatan industri aset kripto, serta pembentukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Pinjaman Daring dan Judi Daring.<br />\r\n<br />\r\nRUU ini juga mengatur pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan melalui pengembangan pusat keuangan internasional yang memiliki kemandirian keuangan, administratif dan operasional berdasarkan.<br />\r\n<br />\r\nMenutup pidatonya, Menteri Keuangan menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan DPR merupakan fondasi penting dalam mewujudkan sektor keuangan yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing global.<br />\r\n<br />\r\n&quot;Perubahan Undang-Undang P2SK ini bukan sekadar perubahan regulasi, melainkan langkah strategis untuk membangun fondasi ekonomi Indonesia yang lebih kuat. Mari kita bersama-sama mewujudkan sektor keuangan yang mampu menjadi motor penggerak kemakmuran seluruh rakyat Indonesia,&quot; pungkas Menkeu. (lh/al)","ShortDescription":"Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menghadiri Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda Penyampaian Pendapat Akhir Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas ","twitter":"","QuotesBody":"","QuotesBy":"","QuotesTitle":"","ImageLandscapeOptional":"http://media.kemenkeu.go.id/getmedia/2e7509fe-7e52-4a19-945f-54a9e5e469a6/MK-Rapur-P2SK-3?width=1920&height=1280&ext=.jpg","ImageLandscapeOptional_FileTitle":"","ImageLandscapeOptional_FileDesc":"","SlugUrl":"Menkeu-Purbaya-Paripurna-RUU-P2SK","DocumentTags":"","DocumentPublishFrom":"Thursday, 04 June 2026 14:33","DocumentPublishTo":"31/12/9999 23:59:59","DocumentCreatedWhen":"Thursday, 04 June 2026 14:33","DocumentCreatedBy":"Biro Komunikasi dan Layanan Informasi","NodeOrder":1,"Categories":[],"IsPublished":true}]},"TotalData":10729,"PageSize":7,"PageSizeSubCategory":0}